OUR FAMILY [SJY&KMJ]

OUR FAMILY [SJY&KMJ]

  • WpView
    Reads 2,286
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 68
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Aug 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • The Story Of Aghea
  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Arsyilazka
  • AKANKAH BERAKHIR BAHAGIA?
  • Jodohku
  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Qalbu {Terbit}

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines