Cerita ini masih hangat yang di tulis oleh penulis amatir + pemula seperti saya.
Silahkan mampir jika kamu penasaran ada plot apa di dalam cerita ini
Mohon maaf bila tulisan nya masih kurang rapih
🔥🔥🔥
Anya
Ia menjalani hubungan dengan pria jangkung nan manis itu, hanya untuk melanjutkan hidupnya saja.
Ia sama sekali tak memiliki perasaan apapun pada pria itu.
Fajar
***
"Abang, maaf kalau selama ini aku gak bisa ngerasain apa-apa pas sama abang, aku ngejalanin hubungan ini gitu aja, ngalir seperti yang takdir inginkan, " Ucap Anya, dengan isak tangis, mengusap kasar air matanya yang tak bisa ia hentikan, dadanya begitu sakit, ada rasa kasihan, namun ia lebih menyanyangi dirinya sendiri.
"Pergilah, orang yang selalu datang dalam mimpi mu itu belum iklas kamu pergi, " Balas Fajar, ia tak ingin bertindak egois pada Anya, ia akan melepaskan Anya, ia tak akan menahan Anya, walau Anya adalah perempuan yang ia temukan seperti berlian.
Anya mendongak memandang Fajar sejenak, ia lalu berlari menyusul seseorang yang belakangan ini selalu menghantui pikiranya.
Jangan lupa follow dulu ya.
Lebih baik baca aja dulu, siapa tahu suka.
18+ dan buat yang open minded.
.
--Favian
Jika boleh terlahir kembali, aku ingin lahir seperti Farren: bebas. Tak ada kekangan dari orang tua, harus ijin ini-itu sebelum berbuat sesuatu ataupun keluar rumah. Namun semua hanya anganan. Aku hanya manusia manja yang terbiasa karena terpaksa.
--Farren
Dari balik diriku yang urakan, tersimpan hati yang rentan. Tersimpan penyesalan akan hidup. Oh Tuhan... mengapa aku harus hidup, mengapa aku harus Engkau ciptakan jika hanya untuk menderita? Katamu, tidak ada satu pun ciptaanmu yang tak berguna. Sedangkan aku? Entahlah. Apalagi Engkau sisipkan cinta yang berbeda pada diriku, hingga membuatku semakin tersiksa.
***
Favian dan Farren dua orang yang saling berbeda, tapi saling melengkapi hingga mereka terlibat dalam persahabatan yang sangat dekat. Bahkan sudah seperti saudara. Kehidupan keduanya pun bertolak belakang. Favian yang tumbuh menjadi laki-laki lemah dan manja, berbeda sekali dengan Farren yang urakan dan tegar. Sampai keduanya harus kabur dari rumah karena Favian ingin menemui pacar dunia maya-nya di Bali. Hidup yang sebenarnya pun mereka jalani di sana. Kesulitas dan kesengsaraan mereka rasakan. Perpecahan pun terjadi saat rahasia demi rahasia terbongkar. Apakah keduanya tetap bersahabat hingga akhir hayat?
***