A PITCHED SKY A STORYTELLING CANVAS

A PITCHED SKY A STORYTELLING CANVAS

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2025
Kavi, anak semata wayang Pak Wardana, selalu hidup di bawah ekspektasi tinggi ayahnya, seorang pengusaha sukses. Ayahnya menuntut Kavi fokus pada pendidikan, tanpa ruang untuk hal lain. Di sisi lain, ibunya, selalu memahami perasaan Kavi, meski tidak bisa mengubah keputusan suaminya. Namun, ia mencintai musik. Setiap malam, ia bermain gitar diam-diam di kamarnya, meluapkan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan. Suatu malam, Pak Wardana memergokinya. "Kavi! Kenapa main gitar? Bukannya belajar? Kamu bukan seperti ini!" bentaknya. Kavi menatap ayahnya, hatinya penuh keberanian. "Ini Kavi yang sebenarnya, Yah. Kavi ingin melakukan apa yang Kavi suka, bukan hanya belajar terus-menerus."
All Rights Reserved
#157
shani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENDEKAP RINDU
  • RAMMA LAURENT (END): GAJE
  • terjerat pesona ayah sendiri
  • DIA ADALAH NAJA
  • Devotion
  • Angkasa dan Cerita
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Aroma Kopi Sempurnakan Lukisan Hati ( TAMAT)
  • Riuh Dalam Sunyi
  • Trepidation Love

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines