The CEO'S Unexpected Muse

The CEO'S Unexpected Muse

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 17, 2025
Bastian, seorang CEO muda yang ambisius, tengah berjuang untuk menyelamatkan perusahaan dari kehancuran. Dengan segala tekad dan keteguhan, ia memimpin perusahaan di tengah tekanan tanpa henti. Dalam perjalanan itu, Elena, personal asistennya yang cerdas dan penuh dedikasi, menjadi pendukung setianya, seseorang yang selalu hadir saat badai melanda. Namun, perlahan-lahan, Bastian menyadari bahwa Elena lebih dari sekadar rekan kerja. Di balik profesionalitasnya, ia melihat sosok yang mampu mengisi kehampaan hatinya sejak tragedi masa lalu mengubah hidupnya. Sayangnya, Elena juga menjadi pusat perhatian banyak orang, termasuk Juna, seorang investor terkaya yang siap menyelamatkan perusahaan Bastian dengan syarat yang sulit diterima, Elena harus bekerja untuknya. Dilema ini memaksa Bastian menghadapi pertaruhan besar. Haruskah ia memilih menyelamatkan perusahaannya dengan mengorbankan kehadiran Elena? Atau, berjuang mempertahankan Elena di sisinya, meskipun itu berarti kehilangan investasi yang bisa mengubah nasib perusahaan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • BELLAMIA
  • Terjebak Kontrak Brand Ambassador
  • My Cute Office Girl
  • The Beauty of Ruin
  • Takdir Cinta Kita
  • Cinta yang Membebaskan ✅

Completed ✅ Bagi Stella Francis, bekerja di Peters & Co. adalah tiket satu arah menuju hidup yang lebih layak, walau itu berarti harus mengenakan sepatu murah yang lecetnya tak bisa disembunyikan, menyimpan bekal dalam kotak makan anak-anak, dan tetap tersenyum lebar sambil membawa lima gelas kopi untuk rekan satu tim. Ia tahu dunia kantor tak selalu ramah, apalagi jika atasannya adalah Stefan Peters, seorang CEO yang lebih nyaman berbicara dengan spreadsheet daripada manusia. Namun Stella bukan tipe wanita dua puluh tujuh tahun yang mudah surut. Di balik sikap riangnya, ada keteguhan yang telah ia tempa, bahkan oleh Stefan yang dikenal dingin. Perlahan, celah-celah kecil terbuka. Dalam ruang-ruang diskusi larut malam dan proposal yang disusun berdua, Stefan mulai melihat sisi lain dari Stella, bukan hanya sebagai rekan kerja dan karyawati yang selalu bersinar, tetapi sebagai seorang perempuan yang hidupnya ditambal oleh keterbatasan dan tak pernah kehilangan cahaya. Keduanya berjalan di garis tipis antara profesionalisme dan sesuatu yang jauh lebih personal. Karena ternyata, yang paling sulit bukan menjaga jarak, melainkan pura-pura tak merasa apa-apa. Tapi bagaimana jika yang coba mereka hindari justru satu-satunya hal yang layak diperjuangkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines