WHISPERS OF THE WIND

WHISPERS OF THE WIND

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2025
orang-orang bilang, hutan itu terlarang. Selain selalu memakan korban, hutan itu juga terkenal dengan banyaknya iblis di dalam. Meskipun begitu, orang-orang tetap banyak yang nekat memasuki hutan tersebut ─ hanya untuk sekedar sampai ke tempat yang katanya indah tak masuk akal. Jovelin auraya diaskara, seorang wanita yang selalu bermimpi tentang tempat yang orang-orang itu impikan. Selalu sama, seperti ia berdiri di tempat yang luas sendirian. Awalnya iya hanya menganggap itu kebetulan, sampai ia sadar jika mimpi tersebut selalu datang berulang-ulang. Dari hutan yang selalu memakan korban, sampai mimpinya yang tak masuk akal ─ jovelin sadar jika semua itu bukan lah sekedar kebetulan. Dengan sedikit keberanian yang menyentil raganya, ia berlari sendirian melewati hutan terlarang. Jika semua orang meninggal sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan, apakah ia juga akan berakhir sama seperti mereka yang keluar dengan banyak sayatan? Atau sebaliknya? Happy reading!
All Rights Reserved
#75
korban
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE
  • Catatan Auralis
  • Cursed Place [END]✔️
  • Lightshadow
  • UNTOUCHED | VOL I [JENLISA] • SUDAH TERBIT
  • The Galgalore's Trap
  • Back to place, princess
  • to another dimension (END)
FATE

Cerita one shoot , two shoot dan shoot shoot lainya ya... *cerita ini hanya fiksi belaka, jangan mengaitkan hal hal yang berada di dalam cerita ini ke dunia nyata, saya hanya meminjam nama dan tidak lebih, untuk cerita saya buat sendiri ya, tidak untuk di jiplak seenaknya dan tanpa seijin authorrrrr, terima gajihh 🙏 "Aku tahu dewa, ini sedikit egois... tapi ijinkanlah aku yang terkutuk ini mempunyai nasib" . . . "Ijinkan aku ke sana ayahanda , dan jika benar demikian, tanganku yang akan melenyapkanya" . . . "Jangan salahkan Dunia, dia tidak tahu apa apa, dia hanya menjadi tikar di mana peran manusia di lakonkan... . . " Berhentilah menatapku , lama lama liur mu berpindah ke mata ... "sialan ..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines