Cinta Versi Ali Bin Abi Thalib

Cinta Versi Ali Bin Abi Thalib

  • WpView
    Membaca 280
  • WpVote
    Vote 56
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 15, 2026
Di balik tembok pesantren yang tenang, ada kisah cinta yang tak pernah benar-benar selesai. "lan, ente serius ngasih tania ke tegar? katanya sayang banget." tanya Alvin, menyentil hati yang selama ini diam. Alan tak membantah, hanya mengingatkan satu kalimat yang jadi pegangan hidupnya, "ali bin Abi Thalib pernah berkata, kalo kamu mencintai seseorang biarkan dia pergi, jika dia kembali berarti dia milik mu." Senyumnya kecil, matanya menunduk, tapi hatinya berkecamuk. Alvin yang blak-blakan tak terima, "ciailah lemah bet mental ente, berusaha dong kalo cinta." Namun Alan tetap berdiri pada pilihannya. "Ane ga bisa maksa vin, ane cuman bisa berusaha lewat doa aja." Percakapan berhenti ketika langkah Alan beranjak memecah keheningan, menuju masjid untuk adzan isya. "ayo sholat," teriak Alan pada Alvin. Novel ini bukan sekadar romantika remaja, tetapi perjalanan seorang pemuda yang belajar bahwa cinta kadang bukan tentang memegang-melainkan merelakan. Antara diam, doa, dan takdir... apakah Tania akan kembali, atau justru benar-benar pergi?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#100
cintaislami
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • Bandung Dan Kisah Yang Belum Usai
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • ALINOVA
  • Shadow That Fades
  • Penyesalan Terbesar
  • NAREVAN ✔️
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan