May am I ???

May am I ???

  • WpView
    Reads 180
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jan 25, 2025
Author POV Di sebuah rumah kecil di Desa. " Gia , umurmu masih 26 , Abi juga sudah besar, mertuamu juga sudah merestui kan? Ibu rasa kamu juga berhak untuk melanjutkan hidup saat ini" Ucap Bu Sarah. " Ibu , kita sudah sering membicarakan ini. Abi masih 4 tahun bu belum sebesar yang ibu pikirkan, Abi masih butuh aku" Balas sang anak. " Bu Ratih kemarin ke rumah dan dia menanyakan apakah kamu sudah punya kekasih, itu menunjukkan jika mertuamu juga ingin kamu bahagia nduk" Ucap Bu Sarah berdialog kembali. " Bu, Gia emang masih 26th tapi Gia ini janda anak satu memang siapa yang mau?? Lagipula Gia sekarang bahagia bu, ada Ibu , ada Abi , ada Mira , ada Mbok Sum" Balas Gia masih berkutat dengan laptop cantiknya di dapur karena melakukan perhitungan laba dan rugi usahanya. " Husshh, anak Ibu masih cantik , memang apasalahnya janda ?? Ibu juga janda jika kamu mikir gitu Nduk, anak 3 lagi" Balas sang Ibu yang masih sibuk memasak sayur untuk makan siang di Weekend ini. --------
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]
  • MAS SUAMI (END)
  • Alisa's Story
  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Family Absurd (Tamat)
  • The Baby's Contract✓
  • Sweet RomanShit

WARNING!! 21+ "Besok umur mu sudah 6 tahun, sayang. Apa yang kamu inginkan dari Daddy?" Edwin berjongkok di depan putra kebanggaannya. Miko, anak laki-laki itu menatap Daddy nya malas. Dia meletakkan heandpone mahal yang Daddy nya belikan sewaktu dia berulang tahun yang ke 5 dulu. "Tentu bukan robot yang bisa berjalan, ataupun liburan ke luar negeri." Jawab Miko, dingin. "Lalu?" Edwin menautkan kedua alisnya, pertanda bahwa dia tidak mengerti dengan ucapan putranya. "Bisakah Daddy memberikan aku seorang ibu? Aku ingin seperti teman-teman ku yang ketika berangkat dan pulang sekolah di jemput oleh kedua orang tuanya." Miko menatap Edwin dengan tatapan memohon. "Kenapa diam? Sudah aku tebak, Daddy tidak bisa mengabulkan permintaan ku itu. Tapi kenapa? Apa karena aku nakal? Apa karena nilai ku matematik jelek? Aku bisa perbaiki itu, Dad." Kali ini Miko benar-benar menangis. "Maafkan Daddy, sayang. Daddy..." Miko berlari ke kamarnya. Sedangkan Edwin tertunduk di depan ruang keluarga. Sudah sekian kali anaknya meminta seorang ibu. Namun dirinya masih tidak bisa memberikannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines