May am I ???

May am I ???

  • WpView
    Membaca 169
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 9
WpMetadataReadDewasaLengkap Sab, Jan 25, 2025
Author POV Di sebuah rumah kecil di Desa. " Gia , umurmu masih 26 , Abi juga sudah besar, mertuamu juga sudah merestui kan? Ibu rasa kamu juga berhak untuk melanjutkan hidup saat ini" Ucap Bu Sarah. " Ibu , kita sudah sering membicarakan ini. Abi masih 4 tahun bu belum sebesar yang ibu pikirkan, Abi masih butuh aku" Balas sang anak. " Bu Ratih kemarin ke rumah dan dia menanyakan apakah kamu sudah punya kekasih, itu menunjukkan jika mertuamu juga ingin kamu bahagia nduk" Ucap Bu Sarah berdialog kembali. " Bu, Gia emang masih 26th tapi Gia ini janda anak satu memang siapa yang mau?? Lagipula Gia sekarang bahagia bu, ada Ibu , ada Abi , ada Mira , ada Mbok Sum" Balas Gia masih berkutat dengan laptop cantiknya di dapur karena melakukan perhitungan laba dan rugi usahanya. " Husshh, anak Ibu masih cantik , memang apasalahnya janda ?? Ibu juga janda jika kamu mikir gitu Nduk, anak 3 lagi" Balas sang Ibu yang masih sibuk memasak sayur untuk makan siang di Weekend ini. --------
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • MAS SUAMI (END)
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Aksara Lingga
  • Sweet RomanShit
  • Albel
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • The Baby's Contract✓
  • Aleum And 7

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan