May am I ???

May am I ???

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jan 25, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Tagsfamily
Author POV Di sebuah rumah kecil di Desa. " Gia , umurmu masih 26 , Abi juga sudah besar, mertuamu juga sudah merestui kan? Ibu rasa kamu juga berhak untuk melanjutkan hidup saat ini" Ucap Bu Sarah. " Ibu , kita sudah sering membicarakan ini. Abi masih 4 tahun bu belum sebesar yang ibu pikirkan, Abi masih butuh aku" Balas sang anak. " Bu Ratih kemarin ke rumah dan dia menanyakan apakah kamu sudah punya kekasih, itu menunjukkan jika mertuamu juga ingin kamu bahagia nduk" Ucap Bu Sarah berdialog kembali. " Bu, Gia emang masih 26th tapi Gia ini janda anak satu memang siapa yang mau?? Lagipula Gia sekarang bahagia bu, ada Ibu , ada Abi , ada Mira , ada Mbok Sum" Balas Gia masih berkutat dengan laptop cantiknya di dapur karena melakukan perhitungan laba dan rugi usahanya. " Husshh, anak Ibu masih cantik , memang apasalahnya janda ?? Ibu juga janda jika kamu mikir gitu Nduk, anak 3 lagi" Balas sang Ibu yang masih sibuk memasak sayur untuk makan siang di Weekend ini. --------
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • Family Absurd (Tamat)
  • Sweet RomanShit
  • Rumah Penuh Cerita
  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • ALRIN
  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]
  • Aksara Lingga

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines