Variabel Mahabharata 3-[END]

Variabel Mahabharata 3-[END]

  • WpView
    Leituras 19,090
  • WpVote
    Votos 1,971
  • WpPart
    Capítulos 47
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, mai 11, 2025
📢 Catatan Penulis: Cerita ini adalah cerita fiksi yang terinspirasi dari Mahabharata ANTV. Tokoh dan kejadian di dalam cerita dibuat untuk keperluan cerita dan tidak menggambarkan kisah aslinya. Tidak ada maksud menyinggung atau merendahkan siapa pun. *** Hidup ini penuh dengan teka-teki. Sulit untuk menebak apa yang akan terjadi di hari esok. Seperti saat ini, tidak ada yang menyangka hal ini terjadi padanya! Benar sekali~ Tanpa tau alasannya, dia terjebak dalam novel yang dia tulis sendiri. Hal ini membuat Nadira kehabisan nafas, terutama karena protagonis wanita yang dia tulis, malah berbalik melawannya. Alur yang dia karang dengan sepenuh hati, malah berbeda dengan versi yang dia tulis. Variabel Mahabharata 3! Kembali dengan kisah baru, ketika sang penulis malah terperangkap dalam karya yang dia tulis sendiri.
Todos os Direitos Reservados
#1
wuwu2401
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Di Persimpangan Hati
  • Dia (Omku) Suamiku (COMPLETED) SEBAGIAN CHAPTERS DIUNPUBLISH YA
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Vilvatikta
  • You're My Queen (On-Going Complicated )
  • Azka (END)
  • Naura & Lukanya

Di Persimpangan Hati Nadira adalah gadis berusia 17 tahun yang tampak tenang di luar, tetapi menyimpan badai di dalam hatinya. Wajahnya lembut, dengan sorot mata yang kerap terlihat sendu dan tampak menerawang, seolah selalu mencari jawaban yang tak pernah terucap. Nadira adalah tipe yang diam-diam memikul beban, lebih memilih memendam luka dan kesedihannya dalam hati daripada menceritakannya kepada orang lain. Di persimpangan hatinya, Nadira berdiri dengan keraguan yang tak pernah reda. Selalu berusaha tegar, ia sering tersenyum meski hatinya terasa kosong. Hatinya kerap dihantui oleh rasa tidak percaya diri, terutama setelah bertahun-tahun hidup di bawah bayang-bayang kakaknya yang lebih sukses dan lebih dihargai oleh keluarganya. Walau sering mencoba meyakinkan diri bahwa ia baik-baik saja, kenyataan terus-menerus mematahkan keyakinannya itu. Dalam kesunyian malam, Nadira sering terjaga, mengobati luka-lukanya yang tak terlihat, sambil mempertanyakan arah yang ingin ia tempuh. Hatinya selalu terbelah antara ingin melangkah maju dan bertahan dengan perasaan yang membuatnya terpaku. Ia rindu untuk bebas, untuk berdiri di atas pilihannya sendiri tanpa rasa takut akan pandangan orang lain. Namun, di persimpangan itu, Nadira tetap bimbang-antara hati yang ingin pulih dan kenyataan yang terus mengajaknya untuk bertahan. Ditulis sejak 29 Maret 2018

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo