Story cover for ANXIETY by Silenting
ANXIETY
  • WpView
    LECTURAS 99
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 10
  • WpView
    LECTURAS 99
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 10
Continúa, Has publicado dic 30, 2024
SMP Bhaskara bukan tempat untuk orang sepertiku. Di sekolah ini, nilai rapor adalah segalanya. Tidak peduli seberapa keras aku mencoba, aku selalu gagal memenuhi standar mereka. Dan sekarang, aku terjebak di Kelas 9 Udang-kelas terendah yang dianggap aib di sekolah ini.

Aku harus lulus. Itu saja yang ada di pikiranku. Tapi bagaimana caranya? Masalahnya, aku tidak punya apa-apa selain bakat melukis yang dianggap remeh di sini. Bagaimana mungkin aku bisa membuat sesuatu yang diakui oleh mereka?

Ketakutan selalu menghantuiku-takut gagal, takut diejek, takut selamanya terjebak di kasta bawah ini. Bagaimanapun, aku harus bisa keluar dari sekolah kaku ini.

Pertanyaanku sekarang, apakah aku harus mengorbankan Seni hanya untuk ... angka kelulusan?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ANXIETY a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#335masaremaja
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Fractured Cheerfulness (On Going) de Baperterussss
24 partes Continúa
"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?
Empat Serangkai de faizahannasyifa
6 partes Concluida
Menceritakan tentang kesolidaritasan dan kekompakan dalam persahabatan yang sesungguhnya. Mereka terkenal dengan nama 4 Serangkai karena nama mereka yang berawalan dengan huruf S. Dan mempunyai julukan tersendiri di sekolahnya dengan nama "The Trouble Maker" kalian semua pasti sudah tidak asing bukan, dengan nama itu? Yah, mungkin sebagian sudah ada yang tahu. Untuk yang belum tahu mari simak kembali. Kenapa mereka dikasih julukan "Trouble Maker?" Karena tingkah laku mereka yang membuat siapapun mampu menggelengkan kepala. Dengan tingkahnya yang selalu membuat masalah di sekolahnya bahkan yang berhadapan dengan mereka, bisa saja langsung terkena darah tinggi karena kelakuan nakal mereka. Jika kalian heran mengapa tidak di keluarkan dari sekolah saja? Jawabannya, kepala sekolah tidak bisa mengeluarkan mereka. Sebab, mereka pintar dalam berbagai bidang akademik maupun non akademik. Pihak sekolah mana sih yang mau mengeluarkan murid yang berprestasi? Meskipun kelakuan mereka yang selalu meresahkan para Guru dan murid, tetapi bagaimanapun mereka selalu mengharumkan nama sekolahnya. Kelakuan mereka yang menjengkelkan bukan berarti mereka gadis liar, pembangkang, dan susah diatur. Mereka hanya kurang kasih sayang dan didikan orang tua sebab orang tuanya sibuk dengan bisnisnya. Meskipun demikian mereka berempat memaklumi kondisi keluarganya yang sibuk dengan pekerjaannya. Balapan liar, sekedar hobi untuk menghibur diri dan berkelahi untuk membantu para pedagang dari pereman dan geng motor yang mambuat rusuh di jalanan. Bagaimana motif mereka, baik bukan? Untuk mengetahui baik buruknya seseorang bukan diukur dari covernya saja. Kita bisa tahu lewat cara mereka melakukan berbagai hal seperti berinteraksi langsung dengannya, mengetahui motifnya, dan alasannya.
RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH] de Appenelon-desu
72 partes Continúa
𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙩𝙖𝙜𝙖𝙧, 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖𝙠 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙖𝙝𝙖𝙢 . . . . Dunia ini dulunya hanyalah hamparan biasa, hingga kekuatan magis pertama kali terlahir dari kehendak alam. Namun, sihir yang seharusnya menjadi anugerah justru disalahgunakan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab memperlakukan kekuatan mereka sebagai alat untuk berkuasa, tanpa peduli akan kehancuran yang mereka tinggalkan. Dari keegoisan itu, lahirlah kekacauan, perang, dan penderitaan. Hingga akhirnya, sebuah tekad baru muncul, tekad untuk mengendalikan sihir, bukan dikendalikan olehnya. Para pemimpin membangun tatanan baru, aturan yang mengikat, dan tempat-tempat pembelajaran bagi mereka yang terlahir dengan bakat magis. Namun, sejarah selalu berulang. Di tengah damai yang rapuh, bayang-bayang keserakahan kembali mengintai. Dan kini, seorang pemuda harus menemukan jalannya sendiri di dunia yang gila ini, siap atau tidak, mau atau- "TIDAK MAUUUUU!!!" "Heh! jangan menolak! Kau akan ke Akademi besok! ingat!" "Aku tidak mau~ huaa kehidupan malas ku akan hancur." "Kalau kau menolak, koleksi cacing beracun mu akan ku bakar." ". . ." "Yah merepotkan. Mungkin lebih baik aku tidur, dan pura-pura dunia ini baik-baik saja." -Indonesia . . . ! Di ambil dari kisah fiksi author sendiri, gak ada sangkut pautnya sama dunia nyata, mau itu tatanan masyarakat, jabatan, posisi, hukum dan sebagainya. Author cuma manusia biasa yang pastinya tak lepas dari kekurangan. Inspirasi cerita?... Banyak pokoknya, dan author jadiin satu dalam cerita ini. Sama sekali gak adanya bermaksud menjiplak dan gak terima di jiplak. Author gak akan iklas kalau ada yang tiba-tiba jiplak cerita ini trus di jadiin alasan inspirasi cerita dan dan modifikasi sama sekali, alias plek ketiplek. "Menjiplak bukan karena tidak bisa berkarya, tapi karena terlalu malas untuk mencoba." - Appelmerah, 2025 Segitu dulu, bay~
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Fractured Cheerfulness (On Going) cover
bad boy's game [ON HOLD] cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Danielza cover
Empat Serangkai cover
Kelas Archimedes cover
Bangku 9 cover
PRINCE'S CHARMING [END-BOOK VERSION] cover
Siapa Pelaku Sebenarnya cover
RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH] cover

Fractured Cheerfulness (On Going)

24 partes Continúa

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?