laut, aku pulang

laut, aku pulang

  • WpView
    Reads 1,902
  • WpVote
    Votes 841
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 30, 2026
Menceritakan kisah tentang kakak adik, sang kakak yang di hantui rasa bersalah dan penyesalan, sang adik yang di penuhi dengan amarah dan kebencian. hubungan antara keduanya merenggang karna kejadian tragis yang merenggut nyawa kedua orang tua mereka, namun bukannya saling menguatkan mereka justru membuat jurang kebencian. si adik yang mengaggap kakaknya adalah alasan dibalik kematian kedua orang tua mereka. "KALAU BUKAN KARNA LO!, AYAH SAMA BUNDA GAK AKAN PERGI SELAMANYA, MEREKA GAK AKAN NINGGALIN GUA" teriak Haikal sang adik. "Maaf" sesal sang kakak Jayendra "Gua benci sama lo bang!!" Sementara itu, Jayendra terus berusaha melindungi dan mengisi kekosongan peran sang orang tua untuk Haikal. Namun, usaha itu terus saja di tolak oleh Haikal. "Keluar dari geng motor Trunder Run, Haikal" ucap Jayendra "MAU LO APA SI BANGSAT!" "Sekalipun lo wakilnya, keluar dari geng itu!" "Kenapa?!, geng itu musuh Lo!!" "Kal, dengerin aban-" "GAK YA SAT!!, LO AJA KETUA DARI BLACK TIDE!" Sementara itu ada sang om nya Pradipta anderson yang berusaha menemukan ketiga putranya, kehidupan Jayendra berupah ketika ia tau bahwa adiknya Haikal mengalami amnesia disosiatif. Jayendra yang akan meneruskan organisasi mafia ayahnya tapi ia malah bertemu dengan Aila Monika yang membuatnya jatuh cinta dengan sederhana. Masalah semangkin banyak berdatangan akankah Jayendra mampu melewatinya. WARNING‼️ • Banyak kata-kata kasar, kotor atau kata-kata yang tidak pantas, jadi mohon maaf. • Maaf bila banyak typo, alur tidak nyambung, besar pendek huruf kapital. • Maaf untuk peletakan tanda seru, tanya, titik, koma, bila tidak sesuai. • Ini cerita pertama saya, maaf bila banyak kesalahan. • Menerima kritikan dan saran dari kalian. • Jangan lupa follow dan vote, komen, bila cerita ini bagus. • Maaf bila cerita ini tidak sesuai dengan ekspektasi dan harapan kalian. •Terima kasih karna sudah membaca cerita saya.
All Rights Reserved
#543
sulung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 27 FEBRUARI
  • ZERGAN
  • Lelaki Bayaran [END]
  • CHAVANDA (End)
  • DIVIDED LOVE
  • RAGARA [ on going ]
  • What Happened to Perfect
  • DEAR US (SELESAI)
  • Bara [REVISI]

* yang cengeng jangan baca! "Woi jelek..... Gue cinta sama lo" Ucap alta spontan Orang yg di panggil itu hanya diam di balik Hoodie yg ia gunakan hingga hanya terlihat bibirnya ke bawah Keliatan manis emang.... " Tapi bohong" Ucap alta selanjutnya, mengganggu gadis itu sudah menjadi kebiasaan nya selama beberapa bulan ini. Sungguh menyenangkan. ***** " Dasar anak pembawa sial, nyesel saya membesarkan kamu.... Tidak tau diuntung" " Pa salah aku apa? Kenapa papa sekasar ini sama aku" " Lo tanya salah lo apa? Eh bocah gak tau diri.... Lo itu udah pembawa sial dengan lahir ke dunia ini... Dan menghancurkan kebahagiaan keluarga kami. Dan sekarang.... Lo bahkan menghancurkan tempat terakhir mama... Orang yang udah memberikan nyawanya untuk kelahiran elo" " Maksud kakak apa, aku ngak ngerti? " " Ngak usah pura pura bego deh lo, Lo kan yang udah mengobrak abrik makam mama" " Nggak aku nggak ngelakuin itu, kakak kenapa bisa nuduh aku? " Isak nya " Karna kata satpam... Yang terakhir kali ke sana adalah kamu," " Aku ngak ngelakuin itu, kemarin makam mama baik baik aja" " Ngak usah ngeles deh kamu, sekarang kamu pergi dari rumah saya, saya udah nggak peduli lagi sama janji saya sama almarhum ayah saya. Mulai sekarang kamu saya pecat jadi putri saya" " Pa... Papa jangan, aku nggak tau harus kemana pa, aku hanya punya papa dan kakak kakak. Pa pliss" ***** Perlahan tapi pasti.... Air sungai yang deras itu dapat menghilangkan semua luka bukan? Termasuk luka yang tak berdarah sekalipun Semuanya akan baik pada waktunya, tapi waktulah yang tak baik pada semua. Kalimat baik baik saja akan berguna pada saat luka sudah tak bisa di pendam akhirnya meluap hingga darah dan air mengalir itu kering Terlihat tanpa terasa tapi berbekas. Ini kisah suka dan duka dari nasib seorang anak tanpa ibu, nasib seorang gadis tanpa kasih sayang, nasib seorang kekasih yang tersakiti , nasib seorang teman yang terhianati. Ini kisah untuk; RATU AIRI PRAMULAN

More details
WpActionLinkContent Guidelines