Penghuni Surga Sejatimu [ END ]

Penghuni Surga Sejatimu [ END ]

  • WpView
    Reads 89
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 3, 2025
Di Kampung Rindu, sebuah desa kecil yang dihuni oleh warga kurang mampu, hidup seorang penjaga masjid bernama Bang Roy. Di usia senjanya, Bang Roy mencari pemuda yang dapat meneruskan perjuangannya menjaga masjid dan membantu warga. Pilihannya jatuh pada Rafa, seorang ustadz muda yang penuh semangat dan harapan. Namun, hidup di Kampung Rindu tak pernah sederhana. Konflik, intrik, dan perbedaan pendapat mewarnai perjalanan Rafa, terutama setelah ia bertemu Agnia, seorang gadis cerdas dan cantik yang ternyata memiliki tekad kuat untuk membuat perubahan di kampung tersebut. Bersama, mereka menghadapi tantangan dan berusaha merekatkan hubungan antarwarga, hingga akhirnya sebuah rasa tumbuh di antara mereka-rasa yang harus mereka jaga agar tetap berada di jalan yang diridai-Nya. Cerita ini adalah perpaduan romansa dan nilai-nilai religi yang mengajarkan tentang cinta, keikhlasan, dan perjuangan untuk membangun kebersamaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • Diary Hijrah, ANTAGONIS [Completed]
  • Senyum Ditengah keramaian
  • Perjodohan Dengan Ustadz Cool
  • ANGIN RINDU (Completed)
  • LAKI LAKI BIASA
  • Kebenaran Rindu
  • ARGANN MAHESA By Vanissa Izza
  • 7th Anniversary

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines