Catatan Sang Pendosa

Catatan Sang Pendosa

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 30, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Manusia adalah makhluk munafik yang selalu memakai topeng untuk terlihat baik untuk menutupi setiap bangkai, kotoran, dan juga hal menjijikkan dibaliknya. Mereka menyembunyikan semua itu agar tidak ada celah yang bisa menjatuhkan mereka dari tempat ternyaman. Tapi ada juga yang menutupinya sebagai bentuk kepercayaan bahwa hidup mereka selalu terlihat baik, padahal mereka adalah pemberontak yang hebat yang menyembunyikan jati diri demi nama diri. Ada juga yang menutupi hasrat yang menjadi boomerang untuk diri mereka di hadapan orang terkasih. Seperti halnya perempuan anggun yang berada diantara kerumunan di tengah pesta meriah malam ini. Dia sungguh terlihat seperti seorang perempuan baik, cerdas dan mandiri kini. Bila mereka hanya menilai pakaian serta pencapaiannya, mereka akan mengatakan bahwa dia wanita terhormat yang tanpa cela. Seperti halnya yang terpampang pada pantulan kaca dihadapannya, pakaian ini sungguh sangat mengesankan dan elegan. Mungkin pakaian ini dapat menipu banyak orang yang melihatnya. Mereka yang melihat akan menganggap baik bila hanya melihat seseorang dengan pakaian yang terbuat dari serat sutra ini. Namun, nyata pakaian ini hanya menutupi tubuh dan akhlak di hadapan orang lain dan tak pernah dapat menutupi setiap dosa-dosaku yang dilakukannya di hadapan Tuhan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reverse Harem of Leyna (Leyna's harem of men)
  • Dia, Manusia Bernama "Lelaki"
  • The Dark Side(END)
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Not a Perfect Li(f)e
  • Senja Termendung
  • THE POWER OF MY EYES [BOYSTORY]
  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]

Leyna, seorang gadis dengan puluhan identitas palsu. Tapi mengapa pria-pria ini tak melepaskan kakinya? Bahkan ketika ia menyamar menjadi pria, kenapa tetap menarik perhatian pria-pria ini ?! "Tuan, tidakkah tubuhku indah? Nona, maukah bermalam di kamar saya? Nyonya tolong bantu aku! Master! aku tidak tahan dengan yang dibawah sana..." Gila! Dunia sudah gila! ~~~~~ "Tangkap bocah itu! Aku bersumpah akan membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri!" ujar pemburu itu. "Ah cukup! Baik, aku akan berkompromi! Tolong lepaskan aku!" Teriak Leyna. 'Kenapa bocah ini tiba-tiba menjadi penurut?' Dengan senyum licik yang berusaha ia tahan, tangannya meraih lapisan tipis di wajahnya. "Sialan! Bocah itu memakai topeng! Cepat kejar!" "Hei! Mulai sekarang aku sudah mati! Kalian kembali saja ke Ibukota dan tunggu kabar kematianku!" teriak Leyna yang menyamar sebagai pria. "Bocah gila! Cepat bunuh bocah itu!" "Hahaha... Aku akan membuat skenario kematianku yang memuaskan kalian! Kalian tunggu saja! Aku sudah berkompromi dengan baik kan? Hahaha... Aku pergi dulu!" "Bocah sinting! Tangkap dia! Bocah itu tidak boleh mati dengan mudah!" "Boss, kita kehilangan jejaknya, ketika mengejarnya kami menemukan ini," kata salah seorang pemburu sambil menyerahkan lapisan topeng tipis. "Sialan bocah itu membodohi kita! Ayo kembali!" ~~~~~ "Tuan besar, tim pemburu kami gagal membunuh bocah sialan itu. Kami siap membayar biaya kegagalan kontrak ka-" ucapan boss itu terpotong oleh suara pelayan. "Tuan besar, kabar baik! Bocah licik itu katanya mati tertimpa tangga dan muntah darah di samping markas pemburu!" "Apakah benar itu mayatnya?" tanya Tuan Besar itu dengan suara yang dalam. "Benar! Wajahnya sama dan figurnya cocok! Tapi anehnya kenapa ada tatoo pemburu di dadanya?" Tanya pelayan itu sambil bergumam. "Apa?! Itu bukan si bocah! Itu anggota pemburuku sialan! Bocah itu benar-benar membuat skenario pembunuhannya sendiri dengan orang-orangku! Beraninya bocah sinting itu!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines