Setelah membuka mata

Setelah membuka mata

  • WpView
    Membaca 38
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 6, 2025
Hari itu, angin berhembus kencang dan langit menjadi gelap, di sore menjelang malam dengan rintikan air hujan seorang anak laki-laki berjalan pelan sendirian, Dia adalah : "Sion si pemilik mata pikiran" Sion adalah anak pendiam yang selalu memikirkan setiap hal yang ada di dalam semua kejadian yang dialami nya, terkadang juga muncul pemikiran ada atau tidak nya kemungkinan lain dari hal tersebut, itu semua sudah menjadi kebiasaan Sion. Sejak awal Sion hanya menggunakan setiap detik dari seluruh waktunya untuk selalu berfikir, berfikir, dan berfikir lagi, Tanpa henti. Ada banyak sekali pertanyaan yang selalu muncul dalam benak sion, meski begitu, bukan berarti dia genius atau selalu mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang ada di dalam pikirannya. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada unsur,latar, tempat atau kejadian yang serupa,semua hanyalah kebetulan semata. namun referensi karakter sion sepenuhnya diambil dari diri saya sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#993
pikiran
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • in ROOM
  • ★BABY ZION★
  • Six Absurd Witches
  • OUR STORY- Choi Beomgyu
  • The Forbidden Bloom
  • Fata Viam Invenient
  • THAT TIME
  • DxD System In DxD DxDSIDxD -  Part 2 [Slow Up]
  • Mr. Kranky ; SunSun√ (Terbit)
in ROOM

Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan