We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mengulang Waktu

Mengulang Waktu

  • WpView
    Reads 33,195
  • WpVote
    Votes 1,558
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku suka sama kamu, Mas." Pernyataan rasa sukaku pada Mas Kala saat itu membuatnya menjauhiku. Mungkin, Mas Kala sudah menanggapku sebagai adiknya karena kami adalah tetangga. Kebetulan, karena aku juga sudah dianggap sebagai anak bagi orang tua Mas Kala, jadinya saat aku menyatakan rasaku, ia sangat terkejut. "Sepertinya kamu kurang bergaul dengan teman-temanmu, Fif. Mulai sekarang, biasakan bergaul dengan mereka dan tolong jauhi Mas." Setelah kejadian itu, tidak ada lagi pertemuan yang begitu hangat antara aku dan Mas Kala. Semuanya berubah. Bahkan Mas Kala juga tidak pernah menyapaku saat kami bertemu. - Start: 31 Desember 2024
All Rights Reserved
#190
mengulangwaktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Puisi Kegagalan
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Arsyilazka
  • Rintik Hujan
  • LENATHAN (hiatus)
  • [✓] Really With You??!!
  • RAVSYA
  • Renata Keyla ✔
  • Sefrekuensi {ON GOING}

"Diandra, berapa umurmu sekarang ?" Aku menutup kembali gelas minumku. "23 tahun, Mas", jawabku singkat. Ruangan ini lumayan luas, masih ada beberapa pegawai yang nampak masih sibuk dengan pekerjaan mereka meskipun sekarang sudah jam pulang. Meja mas Naufal tepat berada disebelahku. Dia juga yang menjadi trainerku selama tiga hari pertamaku kerja disini, menjadi staff purchasing di perusahaan Ibuku sendiri. "Umurku 25 tahun, Di" Aku bingung mau memberi tanggapan bagaimana. "Apa aku salah kalau aku memacari perempuan kelas 2 SMA ?". Aku berhenti mengetik, kalimatnya seolah menghujam gendang telingaku. Dan untuk pertama kali dalam tiga hari ini aku menatap wajahnya. "Dia seolah malu dengan statusnya sebagai pacarku" Mas Naufal mengusap dahinya lalu mengacak rambutnya sendiri. Aku kembali menatap layar laptopku. Berlagak seolah aku biasa saja dengan ceritanya. Angka angka dalam neraca yang tengah aku kerjakan mendadak memudar. Berganti menjadi kepingan kepingan dari memori lampau. 7 tahun yang lalu...

More details
WpActionLinkContent Guidelines