Bersebrangan

Bersebrangan

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 16, 2025
Tidak pernah benar-benar dekat. Hanya sekadar tahu, hanya sebatas kenal, hanya... berseberangan. Dua orang yang berjalan di jalur berbeda, seharusnya tak perlu saling menoleh. Tapi entah mengapa, semesta seperti hobi mempertemukan mereka, seolah ada benang tak kasat mata yang menjadi jalurnya. "Semua ada hikmahnya, Dek," kata Mama dengan senyum penuh arti. Gita Harjana tertawa kecil. Hikmah seperti apa? Ia tidak tahu. Tapi yang pasti, dunia ini jauh lebih sempit dari yang ia kira--dan lelaki itu, entah kenapa, selalu ada di sudut pandangnya.
All Rights Reserved
#174
office
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raina Maramitha
  • Kesana Kemari Tahunya Kamu (END)
  • My Sweet heart
  • Resital Sunyi (End)
  • Regards, Natashira (END)
  • Mendadak Mama (TERBIT)
  • Ayyara & Abang Pras
  • My Teacher [END]
  • Lepas, lalu tumbuh ||On Going||

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_

More details
WpActionLinkContent Guidelines