MENGGENGGAM JANJI

MENGGENGGAM JANJI

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sepuluh tahun yang lalu, Naya dan Dipta pernah berjanji kelak jika mereka dewasa akan menikah dan bersama. Namun, janji tinggallah janji. Sepuluh tahun kemudian Naya bertemu Dipta dengan status milik orang lain dan akan menikah. Apa yang membuat Dipta melupakan janjinya dan mengapa dia berubah? Ikuti kisah Naya dan Dipta menunaikan janjinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • SAY SARANGHAE
  • TIGA TALI CINTA
  • [4] Cinta & Benci 2
  • Ternyata Kita Tetangga (Completed)
  • Mas Dhana (Balada Kasih Tak Sampai)
  • Welcome My Happiness

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines