Bayangan Di Mata AYAH

Bayangan Di Mata AYAH

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jan 1, 2025
Aluna, seorang remaja berusia 17 tahun, selalu merasa hidupnya adalah bayang-bayang bagi sang kakak, Anara, yang dianggap sebagai kebanggaan keluarga. Ayah mereka, seorang pensiunan militer yang disiplin, terus membandingkan Aluna dengan Anara, yang unggul dalam segala hal-dari prestasi akademik hingga karisma sosial. Setiap upaya Aluna untuk meraih perhatian ayahnya selalu terasa sia-sia, seperti menjerit di tengah keheningan. Merasa tidak pernah cukup baik, Aluna mulai mencari identitasnya di luar rumah. Ia mendalami seni lukis, sebuah dunia yang dianggap remeh oleh ayahnya. Dalam diam, Aluna mulai melukis kehidupannya-penuh warna luka, harapan, dan kerinduan. Salah satu lukisan utamanya, Bayangan di Mata Ayah, menjadi cerminan dari perasaannya yang terabaikan dan kebutuhannya untuk diakui. Namun, ketika sebuah kejadian tragis menimpa keluarga mereka, ayah Aluna mulai melihat sisi lain dari anak bungsunya. Lukisan-lukisan Aluna mengungkapkan hal-hal yang selama ini tak pernah ia sampaikan dengan kata-kata. Dalam perjalanan penyembuhan emosional keluarga itu, Aluna dan ayahnya perlahan mulai membangun kembali hubungan yang selama ini rapuh.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kesedihan [SELESAI]
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • ISTRI RAHASIA
  • Riuh Dalam Sunyi
  • Luka Diantara Kita [ TAHAP REVISI]
  • ALUNA
  • A L U N A [END]
  • Our Baby
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI

JANGAN LUPA FOLLOW!! Anak akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang mendidiknya dengan cara apa. Trauma itu benar-benar nyata. Terbawa hingga mereka dewasa. Kisah ini menceritakan sebuah trauma yang membuat cinta Zeora menjadi rumit. Kepercayaan berulang kali dihancurkan. Sampai pada waktu, ia menutup kepercayaan pada semua orang, ia malah menyakiti sosok yang tulus. "Kasih aku ruang sedikit aja di hati kamu. Mungkin terdengar nggak layak. Tapi, aku bakal berusaha buat ngelawan kelainan ku yang kamu bilang gila," ucap cowok itu tulus. Zeora menyunggingkan senyum meremehkan. "Sampai lo mati di depan mata gue atau bersimbah darah karena gue, nggak akan ada sedikit pun ruang yang kebuka buat nerima lo. Dengerin gue. Kita nggak akan bersatu," balas Zeora tajam. Ia tak tau ucapannya inilah yang berakhir penyesalan. Suatu hari kejadian tak terduga menimpa Zeora dan laki-laki itu. Di sana Zeora tau, siapa orang tulus yang telah ia sia-siakan. Apakah penyesalan Zeora itu membuat gadis itu kembali mendapat cinta tulus dari laki-laki itu? Atau malah luka yang terus membuatnya gila?

More details
WpActionLinkContent Guidelines