Virginia Soph

Virginia Soph

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 1, 2025
Terseret kasih pada dua manusia sakit. Tak hadir akal yang dijunjung selangit. Untuk apa terkubur di belakang topeng? Jika lampu berpendar kosong. Kau mendambakan atensi, dengan aku yang haus delusi. Bukankah kita dua jantung yang berbalas candu? Bagai rubah tanpa cakar yang menyantap kelinci bertaring. Bukankah kita dua deraian darah yang berdesir? Bagai bunga jelita ternoda dalam cengkeraman pemangsa yang berdarah-darah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • Paint on You [21+] ✓⃝
  • Mr. Devil
  • LIMERENCE
  • Pleasure Me
  • Sekeping Cinta Lara
  •  SEETHE - Never care who's her, just know that you loved me, Sir.
  • SEAN'S EYES

Peringatan: Rate: 21+ Harap bijak dalam memilih bacaan. "Aaah ...." Sebuah desahan lolos dari bibir seorang wanita ketika seorang pria kini sedang mencumbu mesra dirinya. Wanita yang sedang duduk di atas pangkuan pria itu terus mendesah nikmat dengan mulut yang terbuka ketika pria itu tengah mencumbu bagian lehernya. "Ah ... Terus!" desahnya bahkan sebelum pria itu memasukkan miliknya. "Sepertinya kita butuh kamar, honey," bisik sang pria dengan suara serak dan beratnya, benar-benar sangat sexy sekaligus menggairahkan, membuat si wanita bergidik merasakan aura sang pria. ***** Manora James, seorang wanita yang sangat mencintai Aldrich Hamilton, yang tak lain merupakan kekasihnya sejak bangku perguruan tinggi. Keduanya memilih menikah ketika Aldrich memiliki pekerjaan tetap di perusahaan milik keluarganya. Namun, semakin hari sesak semakin menyelimuti hatinya. Bagaimana tidak, Aldrich yang dulunya sangat perhatian dan sangat mencintainya kini berubah menjadi dingin dan tak tersentuh olehnya. Jangan lupakan kebiasaan pria itu yang kini lebih senang menghabiskan waktu di luar dengan para wanita bayaran. Perlahan Manora mulai bertanya, apa dirinya harus bertahan di tengah dinginnya pernikahan mereka atau memilih pergi dan melupakan segala sakit yang membelenggunya. Manora dilema, antara bertahan dan pergi, apa yang harus ia pilih?

More details
WpActionLinkContent Guidelines