the Queen of Danger

the Queen of Danger

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 7, 2026
Prades Adrian hanya siswa bisa yang beruntung karna mampu berteman dengan geng super elit di sekolahnya, ia di angkut untuk masuk geng karna ia jago di bidan akademik dan juga non akademik secara bersamaan, ia adalah murid dengan peredikat juara satu umum tanpa tergeser sedikitpun, di lain itu dia adalah wakil tim basket putra kebanggaan sekolah, di gengnya ia menduduki jabatan sebagai eksekutor karna tubuhnya yang mampu di andalkan dengan kemampuan bela diri yang tak perlu di ragukan. 'Ratunya Masalah' itu adalah julukan yang di berikan warga sekolah untuk sosok Jasmine Hanggia Pangestu, "Jangan ngusik dia kalo lo mau selamat dan aman di sekolah", itu adalah kalimat yang akan kalian dengar ketika melihat sosok Jasmine. Dia adalah perempuan dengan tampilan sempurna dan paripurna, minus tempramennya saja yang sangat buruk, ia terlahir dengan setatus sosial yang tinggi, keluarganya adalah Oldmoney, perusahan, saham, dan properti bertebaran di mana-mana, ia benar-benar sempurna dari segala sisi. "Sebutin kekurangan gue, biar gue tau alesan lo nolak gue itu apa?", kalimat itu meluncur dari bibir merah tebal Jasmine, matanya menatap tajam kearah Prades yang juga menatapnya. "Gak ada, lo sempurna. Disini Aku yang kurang bukan kamu Mine". Jawab Prades sambil menatap tepat di bola mata Jasmine.
All Rights Reserved
#349
kaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines