Jejak Melody dalam Musik

Jejak Melody dalam Musik

  • WpView
    LECTURAS 26,362
  • WpVote
    Votos 2,184
  • WpPart
    Partes 46
WpMetadataReadConcluida dom, sep 28, 2025
[COMPLETED] Di malam yang penuh penderitaan dan hidup dengan kebisuan, Melody dipertemukan dengan Marvel Rakhshan-seorang aktor dan pianis berbakat yang namanya cukup dikenal di dunia entertainment. Pertemuan pertama mereka membuat Melody berharap banyak hal. Dia berharap Marvel bisa membawanya keluar dari rumahnya yang setara dengan penjara. Namun, justru Melody dipatahkan oleh harapannya sendiri hingga mereka kembali bertemu setelah empat tahun berlalu dengan keadaan yang berbeda. Saat Melody bernyanyi dan caranya memetik senar gitar dari atas ke bawah, Melody telah berhasil menghipnotis Marvel dengan dua kombinasi tersebut. Bagi mereka musik adalah terapi terbaik, suara dari musik bagai irama terindah yang mampu menyalurkan ketenangan. Bahkan musik adalah salah satu seni yang memiliki peran dan pengaruh penting dalam kisah mereka. Start: 01 Januari 2025
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DUNIA HAMPA
  • love Doctor{sunsun}♡end✓
  • ALGHAVI (S1) || TAHAP REVISI
  • Fatal Trouble ><Enhypen end✓
  • Why Me? || Sub!Jay✓
  • BOUND BY OBSESSION • SUNGJAKE [COMPLETE]
  • 'cause i'm SUPERHERO  |  SUNGJAKE (end)
  • That crazy mafia is my husband
  • HELLO BABY : ENHYPEN ( Revisi )
  • Kembali Ke Masa Lalu //NOREN//

Hampa, kata itu menjadi hal yang ada di benaknya setiap kali ia pulang ke "rumah" miliknya. Tak ada niatan baginya, untuk sekedar membuat rumahnya lebih berwarna lagi. Dunianya terasa hampa, setiap kali ia ingin mengeluh. Ia kebingungan, mencari tempat untuk bersandar, dan bercerita tentang hari-harinya yang sulit. "Rumah" miliknya memang selalu berbeda, di sana sunyi. Di sana tidak terasa seperti ada kehidupan sedikit pun, hampa. Bahkan "rumah" yang dikatakan orang-orang sebagai tempat pulang itu, tak sama baginya. "Rumah" yang dianggap sebagai dunia kasih sayang bagi orang-orang, juga tak sama baginya. Semuanya bohong, semua tentang dirinya. Yang katanya menjadi kebanggaan bagi semua orang, tanpa ada kekurangan. Berjuta-juta lara tak pernah absen dari dirinya, seakan-akan seperti tidak ada detik tanpa kebohongan baginya. Sampai kapan, ia harus merasakan semua kesunyian ini? Kapan, kehampaan ini akan usai? Di mana, ia bisa mengekspresikan dirinya, selayaknya remaja pada umumnya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido