A Wish Upon a Star

A Wish Upon a Star

  • WpView
    Reads 13,305
  • WpVote
    Votes 2,048
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 19, 2025
Sheila on 7, padatnya kota Jogja, dan ucapan selamat tidur yang dikirimkan dari jauh. Setiap orang memiliki lukanya masing-masing dan kelak akan bertemu dengan penawarnya. Dalam bentuk obat, dalam bentuk pelukan, dalam bentuk sepasang mata yang cantik-dan bahkan dalam bentuk paling sederhana, presensi. Bagi gue, dia orang pertama yang mengerti, yang mengatakan apa yang tak larut dalam pikiran, karena lidah maupun isi kepala gue terlalu kelu untuk tahu apa yang gue rasakan. Halte Bus, walkman tua, dan bangsal tulip Rumah Sakit Sardjito Setiap menatap bayangannya, gue melihat lautan tenang, dengan rumah-rumah ikan, pantulan langit yang berkilat dipayungi rembulan, dan rasi bintang yang menunjuk arah pulang. Sedangkan gue adalah pantai yang penuh batu terjal, menghancurkan kapal yang tertambat, menunggu diselimuti pasang, dan meninggalkan udara dengan campuran alga dan garam. Pantaskah gue mengharapkannya? Apartemen, bubur tanpa ayam, dan orang favorit nomor satu. Dan tanpa gue sadari, gue juga menemukan pulang. Tempat gue bisa menjadi diri gue sendiri, di dalam tubuh yang selama ini nggak gue suka. Pada rupa lain yang nggak pernah perlihatkan pada siapapun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • ON SIGHT (Completed)
  • philopobhia
  • Because I'm Stupid (End)
  • My First Experience
  • AILAH(END)✅
  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • beach and you
  • Don't Leave Me (TAMAT)

{FOLLOW SEBELUM MEMBACA} **** ~3 tahun yang lalu~ "mau kalian apa sih? Kenapa kalian jahat banget sama Aku?" erang Arkan yang di iringi tangisan. "Gw mau, Lo hajar gw sampai masuk rumah sakit!" jawab Anak nakal itu dengan nada bicara tenang, namun terdengar tajam. "Kenapa harus gitu?" "Lo engga usah banyak nanya, sekarang hajar gw. CEPETAN!!!" Titah Anak nakal itu dengan paksaan. Arkan menatap manik mata anak nakal itu dengan sedikit bingung. "Apa sebenarnya yang di rencanakan?" Tanyanya dalam hati. Merasa tak ada responan, anak nakal itu langsung menghembuskan nafas berat, lalu mengamati mobil yang sedang berjalan ke arahnya. "Yaudah kalo Lo engga mau. Tapi jangan salah kan gw, jika kehidupan Lo, berubah drastis setelah ini " Brakkkkkk......... #langsung baca aja! {Jadi pembaca itu harus bijak ya! Ambil baiknya dan buang buruknya!} ~Murni hasil pemikiran sendiri~

More details
WpActionLinkContent Guidelines