A Wish Upon a Star

A Wish Upon a Star

  • WpView
    MGA BUMASA 12,827
  • WpVote
    Mga Boto 1,984
  • WpPart
    Mga Parte 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Apr 19, 2025
Sheila on 7, padatnya kota Jogja, dan ucapan selamat tidur yang dikirimkan dari jauh. Setiap orang memiliki lukanya masing-masing dan kelak akan bertemu dengan penawarnya. Dalam bentuk obat, dalam bentuk pelukan, dalam bentuk sepasang mata yang cantik-dan bahkan dalam bentuk paling sederhana, presensi. Bagi gue, dia orang pertama yang mengerti, yang mengatakan apa yang tak larut dalam pikiran, karena lidah maupun isi kepala gue terlalu kelu untuk tahu apa yang gue rasakan. Halte Bus, walkman tua, dan bangsal tulip Rumah Sakit Sardjito Setiap menatap bayangannya, gue melihat lautan tenang, dengan rumah-rumah ikan, pantulan langit yang berkilat dipayungi rembulan, dan rasi bintang yang menunjuk arah pulang. Sedangkan gue adalah pantai yang penuh batu terjal, menghancurkan kapal yang tertambat, menunggu diselimuti pasang, dan meninggalkan udara dengan campuran alga dan garam. Pantaskah gue mengharapkannya? Apartemen, bubur tanpa ayam, dan orang favorit nomor satu. Dan tanpa gue sadari, gue juga menemukan pulang. Tempat gue bisa menjadi diri gue sendiri, di dalam tubuh yang selama ini nggak gue suka. Pada rupa lain yang nggak pernah perlihatkan pada siapapun.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • ALSTARAN [END]
  • Semu [Completed]
  • ON SIGHT (Completed)
  • My First Experience
  • beach and you
  • Because I'm Stupid (End)
  • My Soulmate
  • LOVE AT SECOND TIME
  • philopobhia
  • Tokoh Utama

"Pergi aja bangs*t!!!" "Gak." ------- "Janji sama gue Star, setelah ini lo harus jadi pengganti gue. Alagars butuh ketua." ------- "Gue cuma gak nyangka aja, ini cepet banget Bri." ------- "Papah dengar kabar kalau Devon meninggal, ini semua pasti karena mu." "Iya gue yang bunuh kenapa? Mau masukin gue ke penjara? Silahkan!" ------- "Lo tahan ya Le. Bentar lagi. Please gue mohon tahan sebentar lagi, ambulan bakal dateng Le." ------- "GAK! INI ITU SALAH DIA! SALAH ANAK SIALAN ITU! DASAR KAMU ANAK PEMBAWA MASALAH!" ------- "Lo tau? Lo udah buat gue khawatir." ------- "Cepet sembuh, biar cepet sekolah. Soalnya PR banyak." ------- "Lo mau jadi cewe gue?" ------- "Kalau mau bunuh gue, jangan setengah-setengah Pah, sakit." "Setelah lo sakitin badan gue, lo pergi. Cuma Bi Inah yang gak pernah bosen buat ngobatin luka-luka di tubuh gue. Setiap malam gue gak bisa tidur nyenyak karena badan gue yang sakit akibat pukulan lo. Dan pipi gue yang selalu terasa nyeri akibat Tamparan lo." ------- "gue hamil." ------- "Aku mau tidur dulu, siapa tau pas bangun rasa sakitnya hilang." ------- "Selamat malam tuan Octanius." -ALSTARAN- [Follow sebelum baca!!!] [Dan tinggalkan jejak vote dan comment setelah membaca!!!] Maaf kalau penulisannya masih berantakan, Author males revisi.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman