"Das Sollen Das Sein itu apa sih, Kak?" "Das Sollen Das Sein itu seumpama hidup, Aya. Hidup adalah sebuah ekspektasi dan realita. Manusia berdampingan dengan ekspektasi lalu menghadapi realita di sepanjang perjalanannya." Inayah Sauqi menjalani kehidupannya sebagai seorang Advokat dengan sebesar-besarnya ekspektasinya pada sosok Malik Maudirga, laki-laki yang ia sukai sejak masa perkuliahan. Berkenalan sejak lama lalu bekerja di tempat yang sama membuat ekspektasi itu kian membesar sampai Aya melupakan bahwa realita menjadi ujung dari semuanya. "Bukannya ekspektasi dan realita itu akan selalu sama, Kak?" "Nggak selalu. Makanya, jangan menaruh ekspektasi pada apapun, terutama pada manusia." Realitanya, hubungan Aya dan Malik yang bertahan lama hanya sebagai teman dihadapkan pada masalah dari seseorang yang tidak pernah terbayangkan oleh Aya sebelumnya. Mereka yang belum selesai dengan masa lalu, datang memberi beban besar yang membuat Aya kesulitan menjalani kehidupannya. Sejak awal meniti karir di dunia hukum, Aya sudah dikelilingi banyak hal yang mengganggu ketenangan hidupnya. Ia kesusahan karena dihajar masalah dari berbagai sisi. Pertemanan, percintaan dan keluarga. Tidak dapat dipungkiri, penyebab dari semua masalah yang menghantui Aya adalah hal-hal yang sangat dekat dengannya. Hingga di titik terendahnya, ia menyerah akan hidup, cinta, dan karirnya. Lantas, berapa banyak yang harus ia korbankan untuk menjadikan ekspektasi dan realita itu sejalan? -With love, JelliAll Rights Reserved
1 part