Das Sollen Das Sein

Das Sollen Das Sein

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 2, 2025
"Das Sollen Das Sein itu apa sih, Kak?" "Das Sollen Das Sein itu seumpama hidup, Aya. Hidup adalah sebuah ekspektasi dan realita. Manusia berdampingan dengan ekspektasi lalu menghadapi realita di sepanjang perjalanannya." Inayah Sauqi menjalani kehidupannya sebagai seorang Advokat dengan sebesar-besarnya ekspektasinya pada sosok Malik Maudirga, laki-laki yang ia sukai sejak masa perkuliahan. Berkenalan sejak lama lalu bekerja di tempat yang sama membuat ekspektasi itu kian membesar sampai Aya melupakan bahwa realita menjadi ujung dari semuanya. "Bukannya ekspektasi dan realita itu akan selalu sama, Kak?" "Nggak selalu. Makanya, jangan menaruh ekspektasi pada apapun, terutama pada manusia." Realitanya, hubungan Aya dan Malik yang bertahan lama hanya sebagai teman dihadapkan pada masalah dari seseorang yang tidak pernah terbayangkan oleh Aya sebelumnya. Mereka yang belum selesai dengan masa lalu, datang memberi beban besar yang membuat Aya kesulitan menjalani kehidupannya. Sejak awal meniti karir di dunia hukum, Aya sudah dikelilingi banyak hal yang mengganggu ketenangan hidupnya. Ia kesusahan karena dihajar masalah dari berbagai sisi. Pertemanan, percintaan dan keluarga. Tidak dapat dipungkiri, penyebab dari semua masalah yang menghantui Aya adalah hal-hal yang sangat dekat dengannya. Hingga di titik terendahnya, ia menyerah akan hidup, cinta, dan karirnya. Lantas, berapa banyak yang harus ia korbankan untuk menjadikan ekspektasi dan realita itu sejalan? -With love, Jelli
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • RETROGRADE : Behind The Lie
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Miss You Love
  • best friend and twilight
  • save me
  • DIKANESHA

Pagi begitu cerah dedaunan bergemuruh turun secara bersamaan! Semerbak yang begitu harum dan menawan matahari yang begitu terang menarangi seluruh alam semesta. Terlihat seorang gadis sedang berdiri tampak menghirup udara. "Hufffff! Sejuk sekali!? Awannya sangat cerah dan indah... " Ujar seorang gadis mungil nan cantik angun bak bidadari! Tapi secantik apapun dia dia tetap tidak diinginkan oleh sang orang tua! Kelahiran gadis itu membuat sang papa harus melawan orang tuanya sendiri nenek gadis tersebut dan harus kehilangan nyawa sang kakek semenjak gadis mungil tersebut dilahirkan. "Kalau kamu tidak menginginkan nya biar kan mama yang merawatnya sendiri! Seharusnya kalian bersyukur mempunyai gadis kecil ini! Dia tidak bersalah! Papa meninggal bukan dia penyebabnya tapi kalianlah... " Nenek emosi karna gadis kecil yang masih bayi di telentang begitu keras "Silahkan bawa saja dia dari sini! Aku tidak butuh anak pembawa sial ini bersama ku jika dia disini bisa menjadi malapetaka bagiku... " "Iya mama mau lihat semampu mana kamu sukses ketika menelantarkan anakmu! Demi wanita ini kamu rela membentak ibumu sendiri! Ketika kamu tidak tau arah jalan lagi jangan berharap kalian bisa bertemu kami lagi... " Sang mama (nenek) pergi dan membawa cucu bersama dengannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines