Budak Sisa Zaman

Budak Sisa Zaman

  • WpView
    Reads 698
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 13, 2025
Bayangkan di sebuah kota, yang hanya disebut "Tempat di Mana Segalanya Dimulai." Di sana, waktu tidak mengalir lurus, melainkan melingkar seperti labirin. Matahari terbit tidak selalu berarti pagi, dan pagi bisa datang di tengah malam. Azi, remaja yang selalu merasa menjadi anomali di mana pun ia berada, menemukan dirinya di tempat ini. Ia tidak tahu bagaimana ia tiba, hanya saja langkahnya di pandu oleh otak dan hati yang saling gaduh. Dalam sakunya, ada sebuah jam saku tua pemberian ayahnya. "Apakah aku bisa?" Tanya azi kepada dirinya sendiri lewat pantulan kaca di jam sakunya. Azi menjawabnya seperti iya berlakon dua orang. "Bukan pertanyaan yang harus kau tanyakan. Pertanyaannya adalah, apakah kau siap untuk menemukan siapa dirimu sebenarnya?" Dan di sanalah, di kota tanpa nama, cerita Azi dimulai-bukan tentang dunia yang ia tinggalkan, tetapi tentang dunia yang menunggunya untuk diubah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Dendam dan Cinta
  • Sin-yuka Imperio
  • Velmora Selphine
  • FIVE SECONDS CHANGE EVERYTHING
  • Arkhane: Bayangan dari Masa Lalu
  • Ecosillia
  • Jika Tak Pernah Merasa Baik Baik Saja
  • LOST SIGNAL
  • BERKELANA DI LABIRIN [End]

Ia hanya ingin hidup tenang. Menjalani hari-hari seperti remaja pada umumnya tertawa, belajar, dan bermimpi tanpa beban. Namun hidup tak pernah memberinya kemewahan itu. Selalu ada saja yang datang mengusik, mengganggu, bahkan menyakiti. Tapi ia tak pernah benar-benar menggubris. Baginya, semua itu hanyalah gangguan kecil yang tak layak dipedulikan. Sejak kepergian kedua orang tuanya yang tragis dibunuh oleh musuh lama mereka ia tumbuh dalam sunyi dan kesepian. Luka itu terlalu dalam untuk sembuh, terlalu pahit untuk dilupakan. Hingga ia mengenal cinta. Seketika ia sadar... cinta membuatnya rapuh. Maka ia memutuskan untuk membuang jauh-jauh perasaan itu. Tapi hati tak pernah bisa dibohongi. Di sudut terdalam hatinya, masih ada nama Intan cinta pertamanya, satu-satunya alasan yang membuatnya bertahan sejauh ini. Apakah cinta yang pernah tumbuh itu akan berakhir bahagia? Tak ada yang tahu. Mari kita ikuti perjalanan mereka tentang luka, harapan, dan cinta yang tak pernah benar-benar padam. Sefruit catatan - Terdapat penggunaan nama member - Cerita murni cerita sendiri namun disini nama tokohnya saja yang menggunakan nama-nama member - Dilarang membawa cerita ini ke real life atau dunia asli - cerita bxg ygy

More details
WpActionLinkContent Guidelines