Self-discovery

Self-discovery

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 23, 2025
"Cara menghadapi orang bodoh itu hanya dengan kekerasan. Nasihat? Nggak guna, kan otak mereka nggak digunakan." "Terus apa bedanya kamu sama mereka?" o0o Self-discovery menceritakan kehidupan seorang Kavita Naheswari. Berbagai opsi ditawarkan, namun dia yang memilih. Pembelaan diri atau selalu mengikuti arus takdir? Sekadar informasi, cerita ini mungkin tidak familiar di cerita lainnya. Namun, Self-discover mungkin familiar dengan kehidupan di dunia nyata atau realita. Apakah Anda tertarik mengikuti kisahnya? //Warning// Penulisan dalam cerita ini masih berantakan. Namun, jika telah tamat, akan ada revisi. Untuk publish bab yang telah di revisi akan di lakukan secara bertahap kurang lebih sama seperti 'on going' cerita ini.
All Rights Reserved
#122
lingkungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Hanya sebatas "NUANSA" [TAHAP REVISI]
  • Tuan Putri dan Pelindungnya [Tamat]
  • Paradise
  • You Are My Medicine [END]
  • Brave Alone
  • Sebuah Rasa
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines