Sinopsis: Bahagia
Bagi sebagian orang, kebahagiaan adalah hal yang sederhana, sebuah tempat aman yang bisa mereka datangi kapan saja. Namun, bagi tokoh utama dalam Bahagia, kebahagiaan terasa seperti mimpi yang sulit digapai, sebuah gagasan yang semakin kabur semakin keras ia mencoba mengejarnya. Ia tumbuh dalam bayang-bayang trauma yang menjerat: keluarga yang terpecah, cinta yang tak pernah ia mengerti, dan keheningan panjang yang membuatnya bertanya-tanya apakah hidup ini layak dijalani.
Ketika ia bertemu seseorang yang memberinya harapan, hidupnya seolah berubah. Orang itu adalah kehangatan yang ia cari, seseorang yang bisa membuat luka-luka lamanya terasa lebih ringan. Bersama, mereka membangun sesuatu yang terasa seperti rumah, meskipun fondasinya penuh retakan. Tetapi, seperti semua hal indah yang datang dalam hidupnya, hubungan itu perlahan runtuh, dihancurkan oleh ketakutan, keraguan, dan luka masa lalu yang tidak pernah benar-benar hilang.
Bahagia adalah kisah tentang bagaimana trauma membentuk hidup seseorang, bagaimana cinta bisa menyembuhkan sekaligus melukai, dan bagaimana seseorang belajar menerima bahwa kebahagiaan sejati mungkin tidak datang dari orang lain, tetapi dari upayanya sendiri untuk berdamai dengan masa lalu. Ditulis dengan gaya yang tajam dan emosional, novel ini menggambarkan bagaimana cinta, kehilangan, dan pencarian diri saling terkait dalam perjalanan panjang menuju pemahaman tentang kebahagiaan.
Buku Harian Bahagia by Juwita Purnamasari
Sinopsis:
Nama gadis itu adalah Bahagia, tapi tidak pernah benar-benar tahu apa itu rasa bahagia.
Menjadi penyanyi terkenal sejak kecil bukan cita-cita Gia, tapi keinginan orang tuanya. Hingga berusia 19 tahun Gia tidak pernah benar-benar tahu apa cita-citanya yang sesengguhnya.
Keluarga harmonis dan sempurna miliknya hanya ada di foto-foto Instagram yang diunggah oleh Ibunya. Kenyataannya, di rumah Gia hanya bisa melihat kedua orang tuanya bertengkar, saling memaki hingga memukul.
Banyak orang iri dengan kehidupan Gia, tanpa pernah ada yang tahu Gia justru selalu memimpikan hidup sebagai orang lain.
Kehidupan Gia yang monokrom pelan-pelan mulai muncul warna-warna cerah sejak Gia bertemu Banyu. Lelaki yang mengajarkannya mengeja rasa bahagia seutuhnya. Lelaki yang membuat Gia merasa lebih berani menghadapi hidup tanpa pura-pura.
Gia jatuh cinta.
Namun dalam cinta tidak hanya ada rasa bahagia seperti yang selama ini Gia bayangkan, banyak hal-hal menyakitkan yang juga menunggu untuk Gia temukan. Di mana sebenarnya rasa bahagia yang Gia cari? Benarkan ada pada Banyu atau justru tidak benar-benar ada di sana?
--
Naskah ini, sekitar tahun lalu, pernah diikutkan dalam sebuah lomba yang diadakan sebuah Penerbit Mayor. Namun, sepertinya belum berjodoh di sana, hehe... ^^ Karena naskahnya memang sudah tamat sejak lama, maka akan saya usahakan update tiap bab setiap hari sampai ending.
Semoga, di Wattpad cerita ini bisa bertemu lebih banyak pembaca baik dan membagikan bahagia untuk teman-teman. Terima kasih sebelum dan sesudahnya untuk teman-teman yang menyempatkan membaca cerita ini. Selamat berkenalan dengan Gia dan yang lainnya. <3