The deepest wound

The deepest wound

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ene 3, 2025
"Gue mau ngomong sesuatu kak" "hm?, apa?" "temen gue namanya Tata, dia suka sama lo" dia hanya tersenyum Dari kejadian itu kami pun jadi dekat, dia sering tersenyum kepadaku, menyapaku duluan, dan melirikku secara diam-diam aku pikir semua hal yang dilakukannya adalah bentuk rasa sukanya aku pikir dia juga suka sama aku, tapi ternyata aku salah dia hanya menperalat aku agar bisa dekat dengan temanku~ Haiii ini kisah nyata yang aku alamin sendiri, aku di kasih harapan dan dengan bodohnya aku percaya, dia menyuruhku untuk menunggunya sampai 5 tahun lamanya, dan dengan bodohnya aku menunggu sampai pada akhirnya aku disia-siakan.
Todos los derechos reservados
#115
trustissue
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dibalik Tawa
  • Triangle Love
  • (1) HIM ✔
  • Anggara Lesmana
  • Heart Challenge (ON THE GOING)
  • MISTAKES THAT SEPARATE {OHMLENG} ✔️
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • KAIFA HALUKI??
  • MUTIARA
  • Untold Pain

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido