Closed Door - "see you in yesterday"

Closed Door - "see you in yesterday"

  • WpView
    Reads 696
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di tengah keramaian, di antara tawa dan perbincangan yang tak pernah berhenti, ia berdiri seperti bayangan yang menghilang dalam cahaya. Perasaan yang selama ini ia sembunyikan, terperangkap dalam labirin pikirannya, lebih tersembunyi daripada rahasia terdalam. Cinta datang dengan risiko yang tak berani ia ambil, dan setiap langkah menuju ke sana terasa seperti memasuki hutan belantara yang gelap dan tak terjamah. Namun, seperti hujan yang jatuh tanpa suara, perasaan itu tetap ada. Diam-diam mengalir, meski ia mencoba menahan diri, menutup rapat pintu hatinya. Sebuah kisah tentang seseorang yang menolak untuk dicintai, padahal cinta itu sudah ada di sana, tepat di depan mata. cover by Rachel Corcoran
All Rights Reserved
#352
youngadult
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa yang Tak Seharusnya [COMPLETED]
  • Felicia> Januari With You
  • Stolen Before Fallen
  • Only You [Slow Update]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • 31 Months for You (Revisi)

Jeriko Marechare, satu tokoh dalam sebuah fiksi yang berjudul Rasa yang Tak Seharusnya. Dia tampan, baik, putih, tinggi, dan yang terpenting dia adalah laki-laki yang selalu bisa meluluhkan hati. Selain aku memang ada juga beberapa wanita lainnya. Maklumlah, dia pandai memikat hati para wanita. Tapi sejujurnya dia tak pernah sadar bahwa sikapnya itu manis dan sungguh romantis, dia terlalu lugu dan selalu saja bungkam pada perihal tentang hati. Tapi aku suka, aku suka sikapnya itu walau kadang tak mengenakan hati. Bagiku tak mudah menghilangkan rasa padanya, mungkin karena dia merupakan sosok yang istimewa. Terlalu sulit untuk menyampaikannya setelah memendam rasa dan terus berjuang sendiri. Dapat dianalogikan hatinya bagai es yang beku, sudah kucoba berbagai cara untuk melelehkan es itu tapi tak kunjung cair juga. Adakah hal lain untuk melelehkan es itu? Aku ingin tahu, kumohon katakanlah. "Rasa ini seharusnya tak ada, karena hanya menjadi tanda mata yang cacat yang diambil bukan untuk dipajang namun disimpan dalam kenang masa lalu." Rasa yang Tak Seharusnya Copyright © 2017 by ginaadarmawan

More details
WpActionLinkContent Guidelines