Closed Door - "see you in yesterday"

Closed Door - "see you in yesterday"

  • WpView
    Reads 691
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 29, 2025
Di tengah keramaian, di antara tawa dan perbincangan yang tak pernah berhenti, ia berdiri seperti bayangan yang menghilang dalam cahaya. Perasaan yang selama ini ia sembunyikan, terperangkap dalam labirin pikirannya, lebih tersembunyi daripada rahasia terdalam. Cinta datang dengan risiko yang tak berani ia ambil, dan setiap langkah menuju ke sana terasa seperti memasuki hutan belantara yang gelap dan tak terjamah. Namun, seperti hujan yang jatuh tanpa suara, perasaan itu tetap ada. Diam-diam mengalir, meski ia mencoba menahan diri, menutup rapat pintu hatinya. Sebuah kisah tentang seseorang yang menolak untuk dicintai, padahal cinta itu sudah ada di sana, tepat di depan mata. cover by Rachel Corcoran
All Rights Reserved
#854
sweet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Rasa yang Tak Seharusnya [COMPLETED]
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Stolen Before Fallen
  • Only You [Slow Update]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)

(19+) Ini bukan tentang kisah cinta jarak jauh, melainkan tentang logika dalam mencintai. *** Shanaya Kaifa adalah pelajar muda yang sangat giat juga tekun dalam belajar. Tergila-gila pada novel dan mengidolakan seorang penulis terkenal. Sekilas, hidupnya terlihat indah serta normal, akan tetapi, banyak luka dan penderitaan yang dia tangung seorang diri. Hingga takdir menyeretnya untuk bertemu dengan sang idola, awalnya ia sangat senang, sebelum berubah sedih karena semua hal tak seindah yang dibayangkan. Dia pergi, mengubur semua mimpinya serta kembali pada kenyataan. Memilih giat belajar dan bekerja keras guna mewujudkan tujuannya sendiri. Melupakan hal yang sedari awal menjadi cita-citanya. # Mobil yang dikendarai Axel melaju kencang di jalan raya. Tidak peduli hujan deras dan jalanan licin tetap terus menambah kecepatan, bahkan beberapa kali menerobos lampu merah demi segera tiba di tempat tujuan. Hingga pada perempatan lampu merah muncul sebuah truk berkecepatan tinggi. Axel kaget, menekan pedal rem sekuat tenaga agar terhindar dari kecelakaan. Mengakibatkan mobilnya tergelincir serta berguling di aspal sebelum terbalik. Sedangkan kondisinya terluka parah dengan sekujur badan berlumuran darah. Bruuk ... druaak ... duaar Kepala Axel terasa sangat sakit, pandangan matanya kabur dengan kondisi badan tak dapat bergerak. Ia mencoba berteriak meminta pertolongan, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Hanya mampu merintih pelan, berharap masih memiliki kesempatan untuk berjumpa dan meminta maaf pada kekasihnya. "Shanaya ... maafkan aku." Sesudah itu semuanya menjadi gelap. Axel kehilangan kesadaran dan mengalami pendarahan hebat pada beberapa anggota badan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines