Timeless Love

Timeless Love

  • WpView
    Reads 9,382
  • WpVote
    Votes 4,791
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing1h 54m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 20, 2025
Muhammad Qhaf Dannil - Pilot yang tegas,dan berdisiplin. Di sebalik ketegasannya, dia pelindung bagi seseorang yang tidak menyedari betapa berharganya diri sendiri. Clarissa Lavennia - Pramugari yang cantik. Dirinya terlihat sempurna tetapi dihantui rasa jijik terhadap diri sendiri. Hadirnya 'DIA' bukan sekadar mengisi kekosongan, tetapi mengajarnya untuk menghargai dirinya. Dunia yang dikenalinya tidak lagi sama. Bayang-bayang silam memburu setiap langkah, membisikkan ketakutan yang tidak pernah reda. Dia bukan lagi gadis yang xeria, bukan lagi jiwa manja. Semuanya berubah sejak malam itu malam yang hampir meragut bukan sahaja maruahnya, tetapi juga jiwanya. Dia tidak hanya mimpi buruk, tetapi luka yang terukir dalam ingatan. Setiap sudut menjadi perangkap, setiap sentuhan manusia lain terasa seperti ancaman. Dia hidup dalam ketakutan yang membelenggu, terperangkap dalam sangkar yang tidak terlihat. Masa berlalu, tetapi trauma itu masih menghantuinya. Namun, di saat dia hampir tenggelam dalam dunianya yang kelam, takdir mempertemukannya dengan seseorang. Lelaki itu tidak mendesak, tidak memaksa, tetapi cukup untuk membuat tembok ketakutannya mula retak. Dia tidak cuba memadam luka yang ada, tetapi mengajarnya menerima, bertahan, dan bangkit semula. Sedikit demi sedikit, dia belajar mempercayai. Tetapi bayang-bayang silamnya masih mengintai. Dia tahu hatinya telah jatuh, tetapi bagaimana jika kebahagiaan ini hanya sementara? Bagaimana jika luka itu kembali menghantuinya? "Can i enter into your heart, and make me your timeless love?" - Muhammad Qhaf Dannil ⚠️Setiap huruf dalam karya ini adalah hasil titik peluh penulis.Sebarang bentuk penyalinan atau penggunaan tanpa izin adalah dilarang !!
All Rights Reserved
#342
malay
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • Han's: His Aching Allure
  • C | Senja Terakhir Kita
  • HAN'S: HIS SHINING LIGHT | C | βœ”οΈ
  • πƒπžπ¬π­π’π§π² | [TERBIT]
  • BENAR UNTUKMU [C]
  • πŠπ„π“π”π€ 𝐏𝐄𝐍𝐆𝐀𝐖𝐀𝐒 πˆπ“π” π’π”π€πŒπˆπŠπ”! || 𝐂
  • Asmaraloka Saptakāla [COMPLETED STORY]
  • PELUANG: MotoGP Uzair Abedeen

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines