Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan

  • WpView
    Reads 2,233
  • WpVote
    Votes 148
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing8h 16m
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 21, 2025
"Barangkali, penantian itu tidak akan pernah sampai karena kau yang tidak akan kembali dan aku yang pelan-pelan mati." -Dineshcara Elakshi. Pada hakikatnya, kita semua adalah makhluk Tuhan yang pasti memiliki masalah hidupnya masing-masing, tentunya berbeda dengan satu dan yang lainnya. Begitu pun dengan Dineshcara yang tetap menjalani hidup di kala raganya yang perlahan mati. Semangat hidupnya tak lagi sama sejak sang kekasih pergi meninggalkannya untuk selamanya. Harapnya tak pernah hilang untuk mendambakan kekasihnya kembali. Ikhlasnya bohong lantaran Dineshcara merasa semuanya akan berjalan seperti semula. Gadis itu tidak pernah benar-benar ikhlas melepas seseorang yang telah menjadi rumahnya selama hampir sembilan tahun. Pekerjaannya saat ini menuntutnya untuk selalu profesional dan mampu mengelola emosi dengan baik. Mungkin, Dineshcara mampu melakukannya. Tapi, bukankah selalu ada satu dari sepuluh orang yang tidak mempercayainya? Dia, lelaki jangkung bertubuh tegap yang tidak pernah yakin Dineshcara mampu melakukan itu semua. Di antara keduanya pun sama sekali tidak ada persaingan dalam pekerjaannya, lalu apa alasan laki-laki itu tidak mempercayai Dineshcara?
All Rights Reserved
#92
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMBUHKAN LARAKU, SEMBUHKAN LARAMU
  • MILIK MEGAT ZILL QAYYUM (TERBIT)
  • Kangen Kamu Setelah Perpisahan
  • He's Mine Not Yours βœ“
  • ( EBOOK ) The Heartbreaker Muammar Raid
  • Dia Selamat, Tapi Kenapa Dia Tak Datang Cari Aku?
  • Pemuas Nafsu Keponakan
  • Two Souls (Tamat)

Ini tentang laraku yang tak kunjung sembuh, yang mana lara ini semakin pedih. Ini juga tentang laramu yang tak kunjung membaik justru semakin memburuk. Kita adalah hujan dan panas. Aku adalah hujan dan kau adalah panas, bertemu dikala alam menghendaki. Untuk saling membasahi dan menghangatkan. Namun, jika alam tak merestui. Akankah kita tak berjumpa lagi? Apakah kita hanya akan jadi pelangi yang jumpa untuk sesaat melupakan lara yang ada? Adakah kebahagia jika kita bersama? ---- Sebuah kesalahan waktu yang mempertemukan mereka, saat mereka sama-sama membawa lara. Bukannya kian sembuh mereka, Arum dan Wira semakin menorehkan lara yang makin dalam dan menimbulkan lara yang baru. Lalu salahkah Arum yang mencari kebahagian diantara kepingan asa yang tersisa? Lalu salahkan jika Wira menginginkan cinta yang nyata yang sebenar-benarnya dari seorang wanita yang ia inginkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines