Story cover for Yogyakarta in the Rain by butteflyy14
Yogyakarta in the Rain
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 03
Sore itu Yogyakarta masih diguyur gerimis tipis. Aku dan dia berjalan tanpa tujuan pasti, hanya berdua, seolah dunia di luar sana berhenti untuk sementara.

"Aku cuma mau... habisin waktu sama kamu, sebelum akhirnya kita harus kehalang jarak" katanya sambil berjalan menyusuri kota.

Aku tertawa kecil. "Dramatis banget."

"Tapi bener, kan?" Dia menoleh, wajahnya serius tapi matanya tetap berkilat seperti biasa.

Kami mampir ke tempat-tempat kecil- warung es krim di sudut gang, taman yang ramai dengan mahasiswa bercanda, jembatan tua tempat kami pernah berfoto sambil hujan-hujanan. Semua terasa akrab sekaligus menyakitkan, karena aku tahu, waktu kami tinggal menghitung hari.

Tidak ada yang dibicarakan tentang perpisahan hari itu. Tidak ada janji-janji berat. Hanya tawa, cerita lama, dan genggaman tangan yang terlalu erat seakan takut melepaskan.

Sampai akhirnya matahari tenggelam, dan kami duduk berdua di atas trotoar basah, diam-diam menikmati sisa waktu yang entah kapan bisa diulang lagi.

"Aku masih di sini seminggu lagi," dia berkata pelan. "Dan nanti... aku akan ikut anter kamu ke bandara." aku tersenyum sambil menatap wajahnya dalam.

Dia mengangguk tersenyum lalu mendekap ku dengan hangat, aku yang tenggelan dalam dekapannya sambil menahan air mata yang mendesak. "Tunggu aku 3 tahun ya"

"seribu tahunpun aku sanggup menunggu, asalkan itu kamu."
All Rights Reserved
Sign up to add Yogyakarta in the Rain to your library and receive updates
or
#12zhoulusi
Content Guidelines
You may also like
A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)  by hanun729
52 parts Complete
Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"
PLEASE SAY "AISHITERU" by princesauntum
9 parts Complete
Gadis itu nampak begitu anggun meski hanya memakai T-shirt warna kuning dengan kaca mata nangkring manis dihidung mancungnya, tubuhnya tinggi semapai dengan kulit putih halus, hidungnya mancung, matanya begitu indah dengan mulut mungil berwarna ranum alami. Dia berjalan keluar dari bandara tapi tubuhnya seakan terpental ketika bertabrakan dengan seorang lelaki. Ya lelaki yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Baru kali ini dia melihat lelaki yang bisa membuat wajahnya merona meski hanya ditatap. "sumimasen, anata wa daijoubu desu ka?" ("ma'af, anda tidak apa-apa?") tanya lelaki beralis hitam itu, wajahnya putih mulus dengan mata sedikit sipit, nampak terlihat campuran dari beberapa negara terlihat jelas diwajahnya. "hai, daijoubu desu." ("ya, saya tak apa-apa") jawab wanita cantik yang berhasil membuat lelaki itu diam-diam kagum untuk beberapa saat. "stefaaaan..." "sakuraaa...." teriakan yang hampir bersamaan ditempat yang berbeda, membuat mereka berdua melangkah kearah yang berbeda, sebelum sakura melangkah jauh kakinya terhenti, dengan cepat dia membalikkan badannya dan memanggil lelaki yang disebut stefan itu. "Chotto matte kudasai." ("tolong Tunggu sebentar'') kata sakura membuat stefan terhenti. "nani?" "aku anggap tabrakan ini sebagai hal yang kebetulan, jika suatu saat aku bertemu denganmu secara tak sengaja untuk yang kedua kali aku anggap itu sebagai takdir, dan jangan sampai kita bertemu secara kebetulan untuk yang ketiga kali, karena aku tak akan tinggal diam tuan, karena aku akan menganggap itu sebagai jodoh" kata sakura langsung pergi meninggalkan stefan yang masih mematung dengan ucapannya. warning: konten 18++
Collision Course  by Jaesalee06
17 parts Ongoing
Ini kisah tentang cinta segitiga yang tadinya simpel, tapi tiba-tiba upgrade jadi love polygon. Ada rivalitas level sinetron pagi, dendam yang nempel kayak stiker di helm yang udah kelamaan dijemur, dan anak-anak muda yang masih bingung mau galau atau move on. Ada yang denial setengah mati, ada yang pacaran tapi putus-nyambung kayak kabel casan rusak. Dan di tengah semua drama ini, ada satu 'princess' yang entah sadar atau enggak, dikelilingi para 'pangeran'. Ini beneran kisah cinta atau malah harem modern?! --- Member Blitz mundur beberapa langkah. Bukan karena mereka takut, tapi karena mereka benar-benar ingin masalah ini segera selesai. Tidak apa-apa jika Bianca dan Raja harus beradu argumen sampai mulut mereka berbusa, asalkan ada penyelesaian. Keanu sudah bosan mendengar Raja yang setiap malam memainkan lagu yang sama di piano berulang kali di basecamp. Seolah-olah dentingan nada itu bisa meredakan kekacauan di hatinya. Bramasta? Ia sudah lelah melihat Raja yang terus berolahraga tanpa mengenal kata istirahat, seakan keringat bisa menghapus sesaknya. Bastian dan Mahen memang jarang berada di basecamp sekarang, tapi mereka juga mulai muak dengan panggilan telepon dari Raja yang selalu menanyakan hal yang sama-Bianca masih marah nggak? Gue harus gimana? Sementara Aji dan Langit? Mereka sudah lelah lahir dan batin. Lelah menjadi partner balapan Raja setiap kali hati pemuda itu kacau, menemaninya melampiaskan amarah di lintasan jalanan kota. Lelah juga menghibur Bianca yang, meski bersikap kuat di depan orang lain, tetap saja manusia yang bisa rapuh. Intinya? Tidak ada kenyamanan di Blitz setelah dua sejoli itu putus.
You may also like
Slide 1 of 10
CAHYA UNTUK MENTARI cover
Behind After cover
Penantian Hujan cover
A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)  cover
Cegil Komplek [00L] cover
PLEASE SAY "AISHITERU" cover
IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT] cover
INTUISI || ft. Tokuno Yushi cover
Collision Course  cover
A Song Sung by Arash Sabian || Kim Jaehee cover

CAHYA UNTUK MENTARI

23 parts Complete

"hidup memang hanya sekali, tapi kalau aku di beri kesempatan aku mau kamu ada di sisi aku lagi Cahya" mentari menghembuskan nafas dengan hati yang sesak "Yang lebih baik dari kamu memang banyak di luaran sana, tapi aku mau nya kamu" "Mana janji kamu untuk menemani aku sampai akhir nafas kita?" Mentari Dengan lelehan air matanya yang sudah tidak bisa di tahan, rasa sesak. "Semoga kita di pertemukan lagi ya nanti, walaupun bukan di dunia" mentari tersenyum ke arah pemandangan dari atas bukit Tempat dimana dia dan Cahya mulai berteman dan saling dekat satu sama lain *Disclaimer* "masih dalam pemulihan cerita, mohon dimengerti, karna ada beberapa chap yang masih terlalu pendek dan author berusaha untuk memperbaiki"