Yogyakarta in the Rain

Yogyakarta in the Rain

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 28, 2025
Sore itu Yogyakarta masih diguyur gerimis tipis. Aku dan dia berjalan tanpa tujuan pasti, hanya berdua, seolah dunia di luar sana berhenti untuk sementara. "Aku cuma mau... habisin waktu sama kamu, sebelum akhirnya kita harus kehalang jarak" katanya sambil berjalan menyusuri kota. Aku tertawa kecil. "Dramatis banget." "Tapi bener, kan?" Dia menoleh, wajahnya serius tapi matanya tetap berkilat seperti biasa. Kami mampir ke tempat-tempat kecil- warung es krim di sudut gang, taman yang ramai dengan mahasiswa bercanda, jembatan tua tempat kami pernah berfoto sambil hujan-hujanan. Semua terasa akrab sekaligus menyakitkan, karena aku tahu, waktu kami tinggal menghitung hari. Tidak ada yang dibicarakan tentang perpisahan hari itu. Tidak ada janji-janji berat. Hanya tawa, cerita lama, dan genggaman tangan yang terlalu erat seakan takut melepaskan. Sampai akhirnya matahari tenggelam, dan kami duduk berdua di atas trotoar basah, diam-diam menikmati sisa waktu yang entah kapan bisa diulang lagi. "Aku masih di sini seminggu lagi," dia berkata pelan. "Dan nanti... aku akan ikut anter kamu ke bandara." aku tersenyum sambil menatap wajahnya dalam. Dia mengangguk tersenyum lalu mendekap ku dengan hangat, aku yang tenggelan dalam dekapannya sambil menahan air mata yang mendesak. "Tunggu aku 3 tahun ya" "seribu tahunpun aku sanggup menunggu, asalkan itu kamu."
All Rights Reserved
#8
zhoulusi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PLEASE SAY "AISHITERU"
  • Behind After
  • SMARA DIKTA
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Cegil Komplek [00L]
  • Yogyakarta Mendarah
  • INTUISI || ft. Tokuno Yushi

Gadis itu nampak begitu anggun meski hanya memakai T-shirt warna kuning dengan kaca mata nangkring manis dihidung mancungnya, tubuhnya tinggi semapai dengan kulit putih halus, hidungnya mancung, matanya begitu indah dengan mulut mungil berwarna ranum alami. Dia berjalan keluar dari bandara tapi tubuhnya seakan terpental ketika bertabrakan dengan seorang lelaki. Ya lelaki yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Baru kali ini dia melihat lelaki yang bisa membuat wajahnya merona meski hanya ditatap. "sumimasen, anata wa daijoubu desu ka?" ("ma'af, anda tidak apa-apa?") tanya lelaki beralis hitam itu, wajahnya putih mulus dengan mata sedikit sipit, nampak terlihat campuran dari beberapa negara terlihat jelas diwajahnya. "hai, daijoubu desu." ("ya, saya tak apa-apa") jawab wanita cantik yang berhasil membuat lelaki itu diam-diam kagum untuk beberapa saat. "stefaaaan..." "sakuraaa...." teriakan yang hampir bersamaan ditempat yang berbeda, membuat mereka berdua melangkah kearah yang berbeda, sebelum sakura melangkah jauh kakinya terhenti, dengan cepat dia membalikkan badannya dan memanggil lelaki yang disebut stefan itu. "Chotto matte kudasai." ("tolong Tunggu sebentar'') kata sakura membuat stefan terhenti. "nani?" "aku anggap tabrakan ini sebagai hal yang kebetulan, jika suatu saat aku bertemu denganmu secara tak sengaja untuk yang kedua kali aku anggap itu sebagai takdir, dan jangan sampai kita bertemu secara kebetulan untuk yang ketiga kali, karena aku tak akan tinggal diam tuan, karena aku akan menganggap itu sebagai jodoh" kata sakura langsung pergi meninggalkan stefan yang masih mematung dengan ucapannya. warning: konten 18++

More details
WpActionLinkContent Guidelines