We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Nanny by Day Lover by Night

Nanny by Day Lover by Night

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau mendatangiku, muntah mengotori jas ku, dan tiba-tiba jatuh terkapar di pangkuanku." "Lalu apakah kamu yang menggantikan baju ini?" "Tidak ada pilihan lain." "K-kamu melihatku tanpa ... " "Tidak tertarik." Celetuk pria itu ketus, sembari pergi menjauh meninggalkan Abigail seorang diri." "T-tidak mungkin ... " Sudah lelah bekerja sebagai budak korporat, Abigail seorang gadis muda cantik bergaya rambut loose waves dengan binar bola mata yang sayu terlihat sangat lelah berjalan keluar gedung kantornya. Ia menghentikan tubuhnya yang mungil tepat disebuah bangku kosong. Sembari membuka sebuah brosur kecil, "Apa aku harus mengambil pekerjaan ini?" gumamya lirih disertai keringat yang tak henti membanjiri pilipis Abigail.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • That's My Girl
  • Tempted
  • Love Is In The Building | END
  • My possesive boyfriend
  • Afterhours🔞
  • JEBAKAN CEO NAKAL (21+)
  • ADAM (SELESAI)
  • Flutterby
  • Full Hate Full Love (Ganti judul)

✨SEQUEL LOVE AND REVENGE✨ INI VERSI 1 ✨ "Semuanya sudah selesai, apa yang kau harapkan lagi? Lebih baik kau pergi jauh dari hidupku!" Kata seorang gadis yang tengah menatap kesal pria didepannya. "Aku tau semuanya sudah selesai, aku hanya ingin memastikan jika kau bahagia atau tidak." Pria itu menatap dengan seksama wajah gadis tadi. "Bahagia atau tidak? Apa urusanmu? Kau tidak punya hak atas kehidupanku!" Bentak gadis itu dengan kasar. "Jelas itu urusanku, sebelum kau bahagia. Aku tidak akan pergi dari kehidupanmu." Mendengar ucapan itu membuat sang gadis ingin memaki-maki pria itu. "Aku sudah bahagia, jadi kau bisa pergi dari kehidupanku sekarang!" Suara gadis itu naik satu oktaf. "Really?" "Yeah, aku tidak membutuhkanmu lagi! Jadi Please go away!" Gadis itu tersenyum miring, setelah itu ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan pria tadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines