Ketika takdir menjahit kembali benang merah kehidupan, Zayliee Avyanna, seorang aktris papan atas yang telah melalui dimensi berbeda, akhirnya kembali ke dunia gemerlapnya. Sorotan kamera, tepuk tangan riuh, dan mimpi-mimpi yang pernah ia tinggalkan kini menunggu untuk diraih lagi. Namun, satu hal tak lagi sama-ia tak sendiri.
Xabiru Argantara, pria yang di dunia itu pernah ia kenal dengan nama Jagsha, kini berdiri di sisinya. Tidak lagi sebagai bayangan masa lalu, tetapi sebagai pengusaha ternama dengan ambisi yang menggetarkan. Bersama, mereka menjalani kehidupan yang seperti tarian di atas panggung gemilang, penuh cinta dan tantangan.
Namun, di balik kemewahan pesta malam dan gedung-gedung tinggi, bayang-bayang masa lalu masih mengejar. Rahasia lama terungkap, menempatkan cinta mereka dalam ujian yang tak terduga. Dalam perjalanan ini, Zayliee dan Xabiru belajar bahwa kebahagiaan sejati tak hanya tentang kemenangan, tetapi juga keberanian untuk bertahan di tengah badai.
Di antara gemerlap lensa dan tajamnya laba, dapatkah cinta mereka menemukan tempat untuk berlabuh? Inilah kisah tentang peluang kedua, cinta yang menguatkan, dan mimpi yang menari di antara batas realitas dan keabadian.
Kapan nikah???
Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan.
Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta.
Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh.
"Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!"
"Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!"
"No... No... No!!!"
"Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!"
"Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!"
Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun.
Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah.
Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang?
Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama?
"MAMA... LINDA MAU PULANG!!!"
PERHATIAN!!!
Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.