Puisi Sastra

Puisi Sastra

  • WpView
    Reads 462
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 19, 2025
Halo, para pembaca setia! Selamat datang di ruang kecil penuh kata-kata yang kutuangkan dari isi hati dan pikiranku. Di sini, aku berbagi kumpulan puisi sederhana yang kubuat saat waktu luang. Sebuah ekspresi gabut yang akhirnya menjelma menjadi karya yang bisa kalian nikmati. Kalau kalian ingin menggunakan salah satu puisiku, aku dengan senang hati mengizinkan, asalkan tetap mencantumkan namaku sebagai penulisnya. Jangan lupa untuk tetap menghargai hasil karyaku, ya! Hindari plagiat atau mengklaim puisi ini sebagai buatan sendiri. Ingat, setiap bait puisi punya ceritanya, dan aku berharap ceritanya tetap utuh dengan namaku di sana. Selamat membaca, semoga kalian bisa menemukan rasa, cerita, dan inspirasi di setiap baris yang kutulis✨✍️
All Rights Reserved
#3
duniasastra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Aksara Tak Bertuan
  • KIARA [End]
  • Cinta Wanita Simpanan
  • QUOTES TOGETHER #LSC(1)
  • Broken Home [End]✓
  • HI! EX [END]
  • Pengakuan Sang Semesta
  • Hidden Pain
  • Another Life an Extra Antagonist (Selesai)

Highest rank #1 words (25/05/2021) #1 puisiindonesia (20/05/2021) #1 sastraindonesia (06/10/2024) #1 pecintasastra (13/05/2021) #1 wattpadpoetry (13/05/2021) #2 poem (27/06/2021) #2 nonfiction (06/10/2024) #2 berpuisi (02/07/2021) #2 antologi (23/06/2021) #3 poetry (21/06/2021) #7 diksi (12/06/2021) #9 aksara (21/06/2021) #21 puisi (25/06/2021) #30 favorit (06/10/2024) Aku menatap kejauhan. Sekelebat cuplikan itu terkumpul dalam benakku. Tentang canda tawa, hingga keluh kesah. "Sudahkah kita tiba?" Kutegakkan kepala sekedar untuk melihat garis wajahmu. Kamu tertawa, mengusap puncak kepalaku. "Belum, masih banyak yang ingin dunia ceritakan." Rupanya dunia ini masih penuh dengan kejutan. *** Sekumpulan puisi dan sastra tentang kisah insan yang dilanda dilema: antara bertahan atau berpisah. Semesta berkonspirasi menjauhkan keduanya, ketika takdir justru memaksa mereka untuk saling memeluk. Maka, garis-garis aksara ini akan mengungkapkan semua yang mereka rasakan. Mengirimkan mimpi dan pinta kepada Sang Pencipta. Seri Tiga dari antologi puisi Rasa dalam Asa ©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines