BLACK LILY

BLACK LILY

  • WpView
    Bacaan 448
  • WpVote
    Undian 318
  • WpPart
    Bahagian 9
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Isn, Feb 16, 2026
Ia yang tersusun atas banyaknya keping suratan cinta-oleh neraka. Ialah Lyora-yang tak sedikitpun mampu menafsirkan dirinya sendiri; namun begitu lihai merangkai makna dan tafsiran atas 'mereka'. Ia yang tetap sunyi di tengah hancurnya harapan; ia yang tengah diselimuti oleh gelapnya alam sadar, saat itu; bak lentera temukan gelap nya; Arsenio-bersama segenap misteri yang dibawakan nya untuk dipecahkan oleh anak sang suratan neraka itu. Setidaknya, itu mampu untuk menunda angan ajalnya terwujud. Ia juga yang kian temukan celah di antara kekosongan dua bola mata teduh bak malam lelap itu, membuat Lyora jengkel menyadari kemungkinan ada orang lain yang 'terpisahkan' juga. [Karya ini murni original berdasar tuangan ide dari penulis, tanpa ada tindak plagiat atau hal semacamnya sedikit pun, jadi pembaca bisa memberi rating dan membagikan cerita ini sebagai bentuk positif atas dukungan kepada penulis.] Terimakasih dan selamat membaca~ Salam, -Vixen.
Hak Cipta Terpelihara
#16
comedy-drama
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Jejak Suara tak Terlacak
  • ALGASYA 2
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Noda dalam Cinta
  • Reincarnation - Lord is Extremely Hardcore   (END)
  • Kelam
  • MASKED MAN

"Hello?" Lia menyapa, namun hanya terdengar napas berat dan terengah-engah di ujung telepon. Jantungnya berdebar kencang. Dia mencoba meyakinkan diri bahwa ini hanyalah prank call. "Lia..." suara itu akhirnya muncul, rendah dan menggema seperti dari jauh. Lia merasa darahnya membeku. "Siapa ini?" tanyanya, berusaha tetap tenang meskipun ketakutan mulai merayap di sekujur tubuhnya. "Aku tahu banyak tentang keluargamu," suara itu melanjutkan, nada yang penuh ancaman. "Mereka dalam bahaya, dan semua ini adalah salahmu." Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. "Apa maksudmu? Siapa kamu?" Dia berusaha mengendalikan suaranya, tetapi rasa panik mulai merayap.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi