"Najis lu Junot!"
Herjunot berdecak kesal, merutuki dirinya sendiri. Beberapa jam lalu baru saja ia bertekad untuk move on, kemudian hanya karena satu kali telepon dari Jane dengan suara lirihnya yang meminta bantuan, Junot langsung membelah jalanan dengan motornya untuk menghampiri si perempuan.
***
Jane itu gadis berhati lembut, meski suka mengomeli Junot, gadis baik-baik dan berprestasi, siswi favorit para guru sejak di masa SMA. Sedangkan Junot hanyalah berandal yang kerap kali tak bisa mengendalikan emosinya, si tukang pukul yang siap sedia beradu tinju pada siapapun yang mengganggunya.
Mana mungkin gadis bak malaikat seperti Jane akan peka terhadap perasaan seorang lelaki dengan kelakuan macam setan seperti Herjunot.
Herjunot berusaha melupakan perasaannya terhadap Jane, sampai kelulusan SMA pun lelaki itu masih bungkam.
Namun mana Junot tau kalau mereka ternyata kembali satu kampus, dan kisah lain antara Junot dan Jane dimulai.
Herjunot sadar, ia hanyalah backburner bagi Jane, pelampiasan ketika gadis itu bertengkar dengan kekasihnya, Refandi Danuarta.