Sang Penyair

Sang Penyair

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2025
Zaman ketika negara digempur oleh ketidakstabilan ekonomi, kasus kriminal dan terorisme yang semakin merajalela. Penculikan, pembunuhan, pemerkosaan, penjualan organ manusia menciptakan atmosfer terkelam sepanjang sejarah seantero negeri. Di hari-hari penuh tekanan, Arfa Putra, seorang Penyair terkenal dalam negeri, dikabarkan diculik. Diduga adalah ulah para teroris. Perannya yang begitu besar untuk negara, membuat masyarakat dan pemerintah ikut kalang kabut mencari jejak Sang Penyair. Di tempat terakhirnya terlihat, tertinggal secarik kertas yang berisi potongan bait salah satu puisi terkenalnya, "Jeritan Semut": "Oh semut yang malang Berjerit menderita memohon keajaiban Namun guntur tak pernah diam Menyambar, mematikan harapan"
All Rights Reserved
#804
syair
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pӧlzl  [Tamat]
  • "a little time to MEET YOU" // Lanjutan { END }
  • LEMBAH MANAH
  • ANNADELLA [Tamat]
  • Hikayat : Jejak sunyi dipadang gersang (Book)
  • Senja di Bandung
  • JAM 3 SORE
  • Aksara Bercerita
  • Warisan Gandari

Pemenang Wattys 2020 kategori Mistery / Thriller (Biasakan follow author dulu sebelum membaca) Adakah yang lebih mengerikan dari sekadar menghadapi anggota keluargamu mati satu per satu, secara bergiliran, tidak rasional dan tidak dapat diterka? Sejak ditemukannya mayat seorang bartender yang tertimbun salju di halaman depan rumah keluarga Pӧlzl, rentetan tudingan membuat kehidupan mereka terasingi. Keanehan tingkah dan perilaku satu per satu anggota keluarga mulai bermunculan. Masing- masing bersembunyi, menyimpan rahasia dalam tabir tak tersingkap. Dalam beberapa periode waktu, teror masyarakat desa menjadi pembangkit sejarah kesadisan nenek moyang keluarga Pölzl. Kekuatan baru pun muncul ke permukaan. Seolah fitnah dan tudingan menjadi pemicu lahirnya si pembantai masyarakat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines