Sang Penyair

Sang Penyair

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2025
Zaman ketika negara digempur oleh ketidakstabilan ekonomi, kasus kriminal dan terorisme yang semakin merajalela. Penculikan, pembunuhan, pemerkosaan, penjualan organ manusia menciptakan atmosfer terkelam sepanjang sejarah seantero negeri. Di hari-hari penuh tekanan, Arfa Putra, seorang Penyair terkenal dalam negeri, dikabarkan diculik. Diduga adalah ulah para teroris. Perannya yang begitu besar untuk negara, membuat masyarakat dan pemerintah ikut kalang kabut mencari jejak Sang Penyair. Di tempat terakhirnya terlihat, tertinggal secarik kertas yang berisi potongan bait salah satu puisi terkenalnya, "Jeritan Semut": "Oh semut yang malang Berjerit menderita memohon keajaiban Namun guntur tak pernah diam Menyambar, mematikan harapan"
All Rights Reserved
#71
pemberontakan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GE-LEMBUNG
  • LEMBAH MANAH
  • Aksara Bercerita
  • Pӧlzl  [Tamat]
  • Senja di Bandung
  • Z A M M A R
  • Semua Yang Sirna
  • Warisan Gandari
  • "a little time to MEET YOU" // Lanjutan { END }
  • ANNADELLA [Tamat]

!! UPDATE TIAP RABU !! Ge, anak bungsu Direktur Museum Lestari-museum sejarah terbesar di Indonesia-mendapatkan pesan teror berisi foto-foto jenazah dalam keadaan mengenaskan. Ge lantas meminta bantuan Kaon, seorang makelar informasi, untuk menemukan pengirim pesan teror tersebut. Tanpa mereka sadari, penyelidikan itu mengungkap kasus besar yang mengubah kehidupan Ge; kehidupan di luar GE-LEMBUNG. TRIGGER WARNING: Kekerasan, slight gore, bahasa kasar, konsumsi rokok dan alkohol.

More details
WpActionLinkContent Guidelines