We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AKSARA | JUNGWONHEE

AKSARA | JUNGWONHEE

  • WpView
    Reads 2,976
  • WpVote
    Votes 342
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2026
WpInfo
Fanfic
Enhypen
ILLIT
Sometimes, someone can be a good parents, but can't be a good partners "Abang, kalau memang tidak bisa menerima ibu dan aku, setidaknya terima Om yang belajar berubah." "Jangan munafik. Lo juga belum bisa terima Tante yang belajar berubah, kan?" ──── 𝓪𝓴𝓢𝓐𝓻𝓪 ──── Sara tidak pernah menyangka bahwa ia akan melepas status anak semata wayangnya menjadi seorang anak bungsu, pada usianya yang ke 18 tahun. Semua seolah seperti mimpi ketika surat perceraian itu tergeletak di atas meja, lalu beberapa bulan setelahnya ia dimintai restu oleh sang ibu. Sementara Aksa sudah cukup muak dengan segala yang terjadi di bangunan yang tidak layak di sebut "rumah". Bangunannya nampak kokoh namun isi di dalamnya sangat rapuh. Maka yang Aksa bisa lakukan hanya melarikan diri agar ia tetap bisa waras di lingkungan yang penuh duri. Aksa lelah. Sedang Sara terlanjur menyerah. Keputusan seorang anak nyatanya tidak pernah diindahkan orang tua. Percuma mempertanyakan jika mereka memilih akhir yang mereka inginkan. Namun yang Aksa dan Sara tidak mengerti, cinta dan kasih akan selalu tumbuh jika kita bersama orang yang kita sayang. ──── 𝓪𝓴𝓢𝓐𝓻𝓪 ──── This story begin in : January, 21 2025 Cr : dyarydaa.
All Rights Reserved
#133
wonhee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Rumah Untuk Pulang
  • Anak Rahasia Sang Direktur Tampan
  • Home?
  • [TERBIT] BENARKAH INI RUMAH?
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • PRIHAL RUMAH DAN SEISINYA | ENHYPEN
  • DANADYAKSA
  • Behind The Truth [COMPLETED]

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines