Amort
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 4, 2025
"Amort" Cinta bisa membara, bisa juga memudar. Rara, seorang seniman yang hidup dalam dunianya sendiri, tak pernah membayangkan bahwa pertemuannya dengan Jake-musisi yang sedang naik daun-akan mengubah segalanya. Hubungan mereka intens, penuh gairah, tapi juga sesak. Rara mencintai Jake dengan obsesi, takut kehilangannya. Namun, apa yang terjadi ketika justru dirinya yang mulai merasa terjebak? Ketika cinta yang dulu membara kini terasa seperti beban? Di antara tuntutan dan ekspektasi, Rara mencari kebebasan-tanpa sadar, ia sendiri yang menyalakan api yang akan membakar segalanya. Saat cinta berubah menjadi luka, siapa yang sebenarnya bersalah? AI-Assisted Writing Novel ini ditulis dengan ide orisinal dari penulis, dengan bantuan AI dalam penyuntingan dan pengembangan narasi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Thorns of Betrayal
  • Yang hilang Tak pernah sama
  • OM REZA
  • Broken And Not Healed Yet
  • When Two Hearts Collide
  • Dosa dan Kenikmatan
  • Guéris-Moi
  • Behind Our Fate

#Obsession: Between Love, Hate, and Revenge #Bukan Cerita Transmigrasi #Terinspirasi dari Cry, Or Better Yet, Beg Claudine Sullivan selalu tahu hidupnya bukan miliknya sendiri. Sebagai pewaris keluarga Sullivan, ia hidup sesuai aturan: sempurna, tak bercela, dan selalu di puncak. Hingga satu kejadian meruntuhkan segalanya-tunangan yang dijodohkan dengannya, Elyas Salvadore, kedapatan berselingkuh. Bukan dari kalangan bangsawan atau sosialita... melainkan Amelia Wigan, pembantu di rumahnya. Sebuah tamparan keras bagi harga dirinya. Yang membuatnya makin hancur, ini bukan sekadar skandal. Elyas benar-benar jatuh cinta pada Amelia. Bukan cinta biasa, melainkan cinta yang obsesif, gelap, dan membara. Amelia pun membalasnya dengan ketulusan yang membuat Claudine muak sekaligus... iri. Ia bisa menerima jika Elyas memilih seseorang di atasnya. Tapi ini? Seolah dunia menertawakannya. Seolah semua yang ia bangun-kesempurnaan, martabat, status-tidak berharga sama sekali. Namun Claudine bukan tipe yang menyerah. Jika Elyas ingin bermain kotor, ia akan bermain lebih kotor. Jika cinta mereka tulus, ia akan merusaknya. Bukan karena ia masih menginginkan Elyas, tapi karena ia tak akan membiarkan mereka menang. Namun saat Claudine menarik mereka masuk ke dalam permainan balas dendamnya, ia mulai terseret lebih dalam ke kegelapan yang tak pernah ia bayangkan. Elyas dan Amelia bukan sekadar korban, mereka adalah pemain yang sama berbahayanya. Saling mencintai, saling menghancurkan, dan siap menyeret Claudine ke dalam lubang yang mereka gali bersama. Pada akhirnya, ini bukan soal cinta. Ini soal siapa yang sanggup bertahan hidup dalam permainan penuh kebohongan, manipulasi, dan kepahitan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines