Siluet di Kanvas

Siluet di Kanvas

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Lala adalah seorang murid di SMA Cakrawala yang sangat suka melukis. Di balik setiap goresan kuasnya, tersimpan kisah-kisah kelam yang tak pernah ia ucapkan. Ia melukis bukan hanya untuk keindahan semata saja, tetapi sebagai pengalihan dunia nya yang hancur. Hidupnya adalah kanvas suram yang dipenuhi warna-warna Hingga suatu hari, Semesta mempertemukannya dengan seorang yang tampak kuat dari luar, namun jiwanya lelah menahan beban harapan. Semesta telah mempertemukan mereka untuk saling melengkapi dan mengisi kekosongan didalam rapuh nya dunia mereka masing masing. Namun, takdir berkata lain takdir dan semesta tak pernah benar-benar ramah. Sebuah tragedi telah terjadi kepada Lio, meninggalkan sang wanita terjebak dalam kabut kehilangan yang tak bertepi. "Kamu pembohong Lio" ucap Lala lirih *** Start: Minggu, 5 Januari 2025 #angst kayanya 😁
All Rights Reserved
#61
bedaagama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANDRA
  • EVIDEN (Republish)
  • WUNDE ( Selesai )
  • SEPENGGAL LUKA
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Give Me Your Forever [END]
  • UPRISING START: REVENANT OF NEMESIS
  • ANASTORY [END]
  • Air Mata Elara
ANDRA

‼️FOLLOW SEBELUM BACA‼️ Bocah itu berdiri gemetar di sudut kamar, kedua tangannya menggenggam kertas ulangan yang kusut. Angka merah di sudut kertas itu terasa lebih menusuk dibanding pukulan yang baru saja mendarat di pipinya. Tangisnya tertahan, tapi tubuh kecilnya tak mampu berhenti bergetar. "DASAR ANAK GAK TAU DIRI! BODOH! MAU JADI APA KAMU NANTI?! HAH!?!" Suara lantang itu terdengar seperti gemuruh yang menyesakkan dadanya. Ia hanya bisa menunduk, berusaha menahan isak yang hampir pecah. Matanya menatap lantai yang kini terasa jauh lebih ramah dibandingkan tatapan penuh amarah yang ia terima. Hatinya memanggil-manggil nama yang tak akan pernah menjawab lagi. Mama... tolong Andra... Tapi tak ada yang datang. Tak ada lagi pelukan hangat yang dulu selalu melindunginya. Tak ada lagi suara lembut yang membisikkan, "Nggak apa-apa, Sayang. Mama bangga sama Andra." Yang tersisa hanyalah luka dan dinding dingin yang menjadi saksi bisu penderitaannya. Ia memejamkan mata, berharap semuanya hanya mimpi buruk. Tapi rasa perih di pipi dan gemetar di tubuhnya mengingatkan bahwa ini adalah kenyataan. Dan kenyataan itu terlalu kejam untuk anak sekecil dia. Ikutin terus cerita "ANDRA" Happy reading Have a nice day;) Start:22 Desember 2024 End: Cover by:@nand_gallery ‼️JIKA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH, KATA/KALIMAT MOHON DIMAAFKAN, TIDAK DISENGAJA DAN TIDAK ADA UNSUR PENJIPLAKAN‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines