Please Love Me!

Please Love Me!

  • WpView
    Reads 781
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Kau hamil!? Jadi, apa aku harus senang begitu jika kau hamil?" Rey membentak mendengar aku hamil, kupikir itu akan membuatnya senang tapi kenyataan nya dia tidak senang sama sekali. "hiks... i-ini anak kita, Rey. Hiks... kumohon jangan membentak seperti itu, aku... Aku takut... hiks..." aku menangis dan memohon agar dia tidak menggugurkan anak yang tidak bersalah di perut ku. Kehidupan ku bersama Rey di awal menikah sangat buruk, tapi siapa tau Tuhan memberikan kita jalan dan rencana yang tidak pernah kita pikir dan lakukan? ~• start = 5 - 1 - 2025 ~• end = ?? / on going [B×B] [Mpreg] [Content smut 🔞] ⚠️baca kembali⚠️ •cerita BL / Gay •mengandung kekerasan •homophobia silahkan keluar •tidak suka jangan baca •dilarang copyright •mengandung kosakata kasar / kata kasar note : tolong vote dan ramein ya biar rajin up author nya thanks!🙏🏻
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • REGATHAN [END]
  • Married By Accident
  • Mpreg & Birth Story (Kpop)
  • Be My Husband [END]
  • My Crazy Brother [BL]
  • Come and Go | MARKHYUCK

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines