Wasiat Untuk Sandra

Wasiat Untuk Sandra

  • WpView
    LECTURES 44
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 5
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 5, 2025
Sandra diajak pulang oleh Mama dan Papa ke kampung halamannya. Bukan untuk kembali ke keluaga jauh, tetapi menempati rumah warisan neneknya yang ditinggal mati pemiliknya. Namun, baru malam pertama, Sandra sudah diganggu sesuatu, atau seseorang.
Tous Droits Réservés
#556
sejarah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bayangan yang tidak pernah pergi
  • pelangi setelah badai
  • boynextdoor cemara | END
  • KARA
  • Permata Bening Sang Abii
  • MANSION 59
  • KALANDRA with ES [END]
  • Aruna to Anastasya
  • Rainbow
  • CERITA HOROR : Wasiat Di Balik Cermin

Dika, seorang pemuda yang tinggal di sebuah rumah tua peninggalan kakeknya, mulai merasakan keanehan setelah ibunya sakit parah. Suatu malam, suara-suara aneh mulai mengisi rumah, dari langkah kaki tak terlihat hingga bisikan yang memanggil namanya. Ketika ibunya meninggal, Dika memilih untuk tetap tinggal dan menjaga rumah penuh kenangan tersebut. Namun, ia tidak tahu bahwa keberadaan makhluk jahat yang menghantui rumah tersebut semakin menguat. Setiap malam, Dika dihadapkan dengan kengerian yang semakin nyata - dari suara-suara menakutkan, bayangan gelap yang mengikutinya, hingga pertemuan dengan sosok tanpa wajah. Tak lama setelahnya, Dika menemukan rahasia gelap tentang masa lalu keluarganya yang terhubung dengan ritual-ritual misterius dan kekuatan gelap yang tidak akan pernah pergi begitu saja. Makhluk yang menguasai rumah ini tidak hanya menakuti Dika, tetapi juga menyerangnya secara fisik. Dalam usaha untuk bertahan, Dika mencari bantuan dari seorang ulama tua yang memberi peringatan tentang kekuatan jahat yang harus dilawan dengan keberanian besar. Namun, setiap langkah untuk mengusir teror ini justru membuat kegelapan semakin mendalam. Dika harus menghadapi kenyataan bahwa teror yang ia alami bukan hanya berasal dari makhluk gaib, tetapi juga dari kenangan dan penyesalan yang tidak pernah bisa ia lepaskan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat kenangan, kini menjadi penjara bagi jiwanya. Bisikan dari masa lalu tidak akan pernah membiarkannya pergi.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu