Story cover for a magic oneshoot by tncarena
a magic oneshoot
  • WpView
    Membaca 21,338
  • WpVote
    Vote 436
  • WpPart
    Bab 8
Daftar untuk menambahkan a magic oneshoot ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#4chenledom
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Jejak maaf papa [end] oleh denisya566
52 bab Bersambung
Rangga Sadewa adalah ayah yang berkabung dalam dukanya sendiri. Sejak istrinya pergi, ia merasa memberi nafkah pada kelima anaknya sudah cukup, seolah tanggung jawab bisa menggantikan kasih. Dan di tengah sunyi itu, Levian, si bungsu yang lembut, menjadi satu-satunya cahaya kecil yang masih berusaha membuat rumah itu hidup. Ia memahami Papa dan keempat kakaknya, sampai ia tak menyisakan ruang untuk dirinya sendiri. Levian merawat mereka saat sakit, memahami apa yang mereka suka dan mereka benci, menjaga mereka tanpa suara, memberikan semua hangat yang tidak pernah kembali padanya. Hingga suatu hari, sesuatu yang menyakitkan itu mulai tinggal di tubuhnya, rasa yang ia pendam sendiri karena tak ingin menambah beban siapa pun. Berkali-kali Levian mencoba membuka suara, ingin berkata pada Papa tentang sakit yang ia rasakan... namun setiap kali ia mendekat, Papa selalu sibuk, selalu jauh, selalu tak memiliki waktu untuk mendengarnya. Pada satu waktu, Sadewa akhirnya menyadari betapa terlambatnya ia... terlalu terlambat untuk semua hal yang seharusnya ia lihat, ia dengar, ia peluk. Levian tergeletak di lantai, tepat di sisi ranjangnya. Wajahnya pucat, tenang, seolah ia baru saja menyerah dalam diam. Tubuh kecilnya sudah tak bergerak, menyisakan senyum samar yang seperti meminta maaf karena pergi tanpa pamit. Sadewa menyesal, sangat. Berfikir apakah waktu bisa di ulang kembali? setidaknya sekali, berikan sekali saja kesempatan untuk memberi cinta pada anaknya. Ya ia tau itu memang mustahil. Tapi, sesuatu yang aneh justru terjadi. Sadewa terbangun dua tahun yang lalu, tanpa ia percaya. Kini, dengan waktu yang diputar jauh ke belakang, Sadewa tahu satu hal, ia tidak akan membiarkan semua berjalan menuju akhir yang sama. Tidak kali ini. Tidak untuk Levian. Putra bungsu nya.
Mark Lee's Baby & Babysitter (ON GOING)  oleh Yawnsshhh
80 bab Bersambung
𝗠𝗮𝗿𝗸 𝗟𝗲𝗲, seorang direktur utama muda yang dikenal dingin, teratur, dan gila kerja, mendadak harus mengurus keponakannya yang masih berusia 9 bulan, Chenle. Kehidupan Mark yang biasanya rapi tiba-tiba jadi kacau karena tangisan dini hari, botol susu tumpah, dan rapat yang berantakan. Dalam keadaan terdesak, Mark memutuskan mencari babysitter yang bisa dipercaya hingga ia bertemu 𝗟𝗲𝗲 𝗛𝗮𝗲𝗰𝗵𝗮𝗻, seorang pemuda hangat, sabar, dan cekatan yang punya kemampuan khusus membuat bayi tenang hanya dengan satu senyuman. Awalnya Mark hanya ingin seseorang yang bisa menjaga Chenle. Tapi seiring hari berjalan, ia mendapati dirinya selalu memperhatikan Haechan caranya tertawa kecil ketika Chenle mengoceh, caranya membetulkan kerah Mark tanpa sadar, hingga caranya membuat rumah yang sunyi terasa hidup. Haechan sendiri terkejut dengan perubahan Mark. Di balik sosok direktur yang dingin dan tegas, ada sisi lembut yang jarang terlihat terutama ketika Mark memandang Chenle... atau memandang dirinya. Di antara botol susu, rapat penting, dan detak jantung yang mulai saling mencari mereka berdua perlahan belajar bahwa keluarga bisa hadir dalam bentuk yang tak terduga. Hii!! ini cerita baru akuu markhyuck 🤭🤭 sekedar info ini cuman fanfic ya!! ingat cuman 𝗙𝗔𝗡𝗙𝗜𝗖. jangan di bawa serius dan ini 𝗽𝘂𝗿𝗲!! dari otakku sendiri, jangan 𝗦𝗔𝗟𝗣𝗔𝗞.‼️ga suka? skip yaa, happy reading °ʚ🎀ɞ°
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Jejak maaf papa [end] cover
TOXIC 🔞 cover
LITTLE SPACE || ( Jeno harem bp )🔞 cover
Surrounded by Six hearts | on going cover
Bocil galak WinYu (Winwin x Yuta) ft 00L Dream [Completed] cover
Mark Lee's Baby & Babysitter (ON GOING)  cover
The King & The Doctor [BL] cover
jisung harem⚠️⚠️🔞 cover
Prison of Obsession (END) cover
Stay here Kapten! cover

Jejak maaf papa [end]

52 bab Bersambung

Rangga Sadewa adalah ayah yang berkabung dalam dukanya sendiri. Sejak istrinya pergi, ia merasa memberi nafkah pada kelima anaknya sudah cukup, seolah tanggung jawab bisa menggantikan kasih. Dan di tengah sunyi itu, Levian, si bungsu yang lembut, menjadi satu-satunya cahaya kecil yang masih berusaha membuat rumah itu hidup. Ia memahami Papa dan keempat kakaknya, sampai ia tak menyisakan ruang untuk dirinya sendiri. Levian merawat mereka saat sakit, memahami apa yang mereka suka dan mereka benci, menjaga mereka tanpa suara, memberikan semua hangat yang tidak pernah kembali padanya. Hingga suatu hari, sesuatu yang menyakitkan itu mulai tinggal di tubuhnya, rasa yang ia pendam sendiri karena tak ingin menambah beban siapa pun. Berkali-kali Levian mencoba membuka suara, ingin berkata pada Papa tentang sakit yang ia rasakan... namun setiap kali ia mendekat, Papa selalu sibuk, selalu jauh, selalu tak memiliki waktu untuk mendengarnya. Pada satu waktu, Sadewa akhirnya menyadari betapa terlambatnya ia... terlalu terlambat untuk semua hal yang seharusnya ia lihat, ia dengar, ia peluk. Levian tergeletak di lantai, tepat di sisi ranjangnya. Wajahnya pucat, tenang, seolah ia baru saja menyerah dalam diam. Tubuh kecilnya sudah tak bergerak, menyisakan senyum samar yang seperti meminta maaf karena pergi tanpa pamit. Sadewa menyesal, sangat. Berfikir apakah waktu bisa di ulang kembali? setidaknya sekali, berikan sekali saja kesempatan untuk memberi cinta pada anaknya. Ya ia tau itu memang mustahil. Tapi, sesuatu yang aneh justru terjadi. Sadewa terbangun dua tahun yang lalu, tanpa ia percaya. Kini, dengan waktu yang diputar jauh ke belakang, Sadewa tahu satu hal, ia tidak akan membiarkan semua berjalan menuju akhir yang sama. Tidak kali ini. Tidak untuk Levian. Putra bungsu nya.