Pawana Renjana (On Going)

Pawana Renjana (On Going)

  • WpView
    Reads 330
  • WpVote
    Votes 184
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2025
Inaya Timara Amerta. Gadis sederhana, penyendiri, dengan sejuta lara. Gadis yang penuh dengan teka-teki, gadis yang penuh dengan trauma, gadis yang selalu di cemohkan oleh orang lain. Tapi gadis itu. Ialah, gadis yang tetap mengutamakan kebahagian orang lain dari pada diri nya sendiri. Gadis yang terpaksa hidup di atas dunia yang penuh dengan fatamorgana dan lara. Gadis yang berusaha bertahan dan berdiri di atas luka yang di torehkan oleh takdir yang tak berujung. Di balik semua itu. Ialah, tetap Inaya timara Amerta. walopun dunia tidak pernah mau mendengarkan keluh kesah nya, walopun dunia tidak menerima kehadiran, walopun dunia tidak menerima setiap kata yang di utarakan itu. Ia hanya mampu mengutarakan semua keluh kesah nya dalam sebuah untaian kata tanpa pasti. ______ Pawana Renjana By: Asmaraloka4_
All Rights Reserved
#126
faction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dibalik Topeng Casanova
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • Poison Of Love
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • SELF LOVE
  • Gopaniya
  • 𝟗𝟎% 𝐋��𝐮𝐤𝐚 [𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • Let Me Love You Longer
  • I LO(lea)VE YOU! [COMPLETED]

"Lo boleh nolak... tapi lo nanti punya gw." - Revin Augustus Valecrest "Cwo kayak lo... bikin ilfeel." - Sienna Azzelya Vireaux ______________________________ Sienna Azzelya Vireaux - gadis dingin yang tak kenal apa itu perasaan - melangkah turun dari pesawat, satu per satu kakinya menyentuh landasan bandara Nova. Langit yang gelap, hujan rintik, dan angin yang menusuk tampak sesuai dengan apa yang tengah bergelung di hatinya - hampa, mati, dan penuh rahasia. Sienna tak punya hati yang lembut, tak punya perasaan manusiawi yang biasa dimengerti. Cinta, rindu, sakit hati... itu tak lebih dari sebuah kalimat klise baginya. Dalam hidupnya, hanya pertarungan dan darah yang punya makna - satu-satunya bahasa yang dia pahami. Ketika taksinya melintas di tengah kota, Sienna melihat pemandangan yang tak asing lagi: sekelompok pemuda tengah bersiap mencegat taksinya, dan sebuah pisau yang melintas di tengah hujan. Dalam dadanya, tak ada debar kasihan - yang ada hanya perhitungan: apa dia harus turun dan melawan, atau melangkah terus sesuai tujuannya. Sienna kembali ke Nova bukan untuk mencari kedamaian, tapi untuk menyelesaikan apa yang tak pernah selesai. Menghabisi hutang darah, menemukan kebenaran, dan menjaga satu-satunya hal yang dia punya: kekuatan. Dalam hatinya yang membeku, tak ada ruang untuk perasaan... hanya ada pertempuran yang menunggu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines