Mendarah
  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 12, 2025
Ini adalah sebuah kisah yang di tulis untuk menceritakan kisah cinta, dunia, dan kotornya seorang perempuan muda yang begitu cantiknya bernama Madeline Izora. Perjumpaannya dengan seorang Alex Danzel sahabat dekatnya yang mempunyai rasa kepada Madeline, membuat hidup sehari-hari perempuan itu terasa indah. Namun, saat usia hubungan mereka beranjak 3 tahun sifat asli Alex yang sama sekali belum di ketahui Elin muncul dan karena hal itu pula membuat seluruh hubungan yang terikat kepadanya renggang. Ini lah perjuangan Madeline yang telah kotor.
All Rights Reserved
#573
angsat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn βœ”οΈ
  • one day later(End)
  • Between My Revenge and Your Wounds
  • LANGIT BIRU
  • Surat Cinta Untuk Aisya
  • I'm LizaπŸ’˜πŸ’πŸ’” [OnGoing]
  • My Life And My First Love
  • Alex(A)
  • Bahasa Sansekerta (Selesai)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines