SEBELUM KAMI BERPUTIH TULANG

SEBELUM KAMI BERPUTIH TULANG

  • WpView
    Leituras 343
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, mai 25, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
"Subuh kali ini rasanya dingin sekali, ya." Kepada Irawan yang keteguhan hatinya sekeras batu karang. Kepada Mala yang suaranya setenang deburan ombak saat malam tiba. Kepada Senja yang senyumnya seindah pantulan sinar dari lautan lepas. Kepada laut yang membawa kami jauh sampai tak tersentuh. Setiap monolog yang terdengar jauh di dasar laut, yang tidak dapat diketahui keberadaannya, mereka mungkin telah berputih tulang, tetapi jiwa-jiwa itu akan selalu tumbuh dalam hati kami. Semoga tenang kalian bersama-Nya.
Todos os Direitos Reservados
#268
sedih
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Mahligai Sunyi
  • Red [Cerita Pendek]
  • LATE
  • Painful By Accident (Completed)
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]
  • Sirna | Park Sungjin AU
  • Arunika
  • Dari Pria yang Terbaring di Ranjang Rumah Sakit
  • DEAR ANNA (LENGKAP)
  • Senja Kaylara [ END ]

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo