Culaccino The Anti-Hero

Culaccino The Anti-Hero

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 4, 2025
Culaccino bukanlah jenis kopi dengan aroma yang memikat. Ia tidak membutuhkan estetika seperti cappuccino, tidak berambisi menjadi trendsetter seperti frappuccino, tidak seceria latte, dan tidak sesederhana serta seteratur kopi hitam. Culaccino ialah kumpulan pendosa yang merangkum harap yang sama dengan kepentingan orang banyak. Mereka memelihara iblis hanya untuk menundukkannya, bukan demi kuasa, melainkan untuk melumpuhkan iblis yang lebih digdaya. Meski di dalamnya terjadi pergolakan antara hati dan pikiran, perpecahan yang tak terhindarkan, Culaccino tetap teguh pada lintasannya. Segala kesalahan bisa termaafkan kecuali pengkhianatan.
All Rights Reserved
#495
problem
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • SHEA SANG FIGURAN
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Defiant [END]
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Shadow in the Lab
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines