Langit yang Menyimpan Rasa

Langit yang Menyimpan Rasa

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 10, 2025
DILARANG PLAGIAT‼️ murni 100% hasil dari pemikiran sendiri. Jangan lupa follow akun nya. "Di bawah langit yang biru, rasa tersimpan dalam diam, rindu terukir dalam senyap, dan kenangan menggema di setiap hembusan angin. Ini adalah perjalanan hati-tentang cinta yang tak terucap, luka yang perlahan sembuh, dan harapan yang terus menyala. Setiap larik membawa pesan, setiap bait menyentuh jiwa, seolah langit menjadi saksi bisu dari semua rasa yang tak mampu diungkap dengan kata biasa. Di sini, kamu akan menemukan dirimu, merasakan getar rindu, dan menyelami arti dari setiap rasa yang disimpan dalam langit." by : pena anli
All Rights Reserved
#17
cintadanrindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Setelah Langit Berbisik
  • Kalimat Rindu Untuk Ayana
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Aksareya
  • peluk yang ku rindu

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines