aku tidak peduli

aku tidak peduli

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2015
Aku tidak peduli dengan omongan teman-temanku tentangmu. Aku tak ingin tahu penilaian mereka tentangmu. Mereka yang bilang kamu keras kepala,pengadu,jorok,bodoh,seorang yang pendendam atau apalah itu aku tak peduli, Aku tak mau tau karena aku tak melihatmu dari sisi itu, kau sempurna dimataku, kesempurnaan yang mungkin hanya bisa kubaca dan kurasakan ketika kita bersama. Aku tidak peduli pada perkataan orang-orang sekitarku bahwa kita tak akan mungkin lama bersama. Aku hanya menjawab semua omongan itu dengan senyuman dan berkata "Biarkan kami yang menjalani, kami yang tahu apa yang terjadi selama ini". mereka hanya memegang pundakku seolah melihatku adalah manusia yang bernasib buruk. Apa yang mereka tau? kenapa selalu mengusik hubunganku? aku sama sekali tak merasakan keburukan itu, bersamamu kurasakan kebahagiaan yang tak bisa kujelaskan, kebahagiaan yang tak akan pernah mereka pahami. bersamamu juga, aku tau apa itu pentingnya menghargai. Aku tau kau disampingku, bersamaku, tapi kita seakan berjarak meskipun dekat, seakan saling menghilangkan meskipun telah menemukan. Aku hanya gadis tak tau ini itu tapi tau mencintai kamu. Aku tidak peduli pada perubahan sikapmu yang semakin sulit ku toleransi. Kamu selalu hilang ketika kubutuhkan, kamu yang menjawab chatku dengan jumlah karakter yang bisa kuhitung dengan jemari. Aku tidak peduli, namun semakin aku tidak peduli, semakin aku takut kehilanganmu~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • My Diary
  • Kamu [SELESAI]✔
  • flashback~
  • N O R A [on going]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • AFTER (COMPLETE)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Love In Paris (COMPLETED)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines