Jejak di Batas langit

Jejak di Batas langit

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 8, 2025
Di dunia yang diatur oleh Takdir, setiap manusia dilahirkan dengan "Garis Kehidupan", sebuah pola bercahaya yang tertulis di tubuh mereka. Garis ini tidak hanya menentukan siapa mereka, tetapi juga masa depan mereka: pekerjaan, pasangan hidup, bahkan kapan mereka akan mati. Sistem ini dianggap sebagai keajaiban yang menjaga dunia tetap stabil, tetapi juga menjadi belenggu bagi banyak orang yang merasa hidup mereka sudah ditentukan sejak lahir. Kael, seorang pemuda yatim piatu, adalah pengecualian. Ia lahir tanpa Garis Kehidupan, sesuatu yang sangat jarang terjadi dan dianggap sebagai kutukan. Dijuluki "Orang Kosong," Kael hidup dalam bayang-bayang diskriminasi, dianggap pembawa sial oleh masyarakat di kota kecilnya. Namun, hidupnya berubah drastis ketika ia secara tidak sengaja mengubah Garis Kehidupan seorang gadis bangsawan bernama Arlina, yang diselamatkannya dari serangan bandit. Ternyata, Kael memiliki kemampuan luar biasa: ia dapat memanipulasi, menghapus, atau bahkan menciptakan Garis Kehidupan. Kemampuan ini menjadikannya buronan para "Pelukis Takdir," penjaga tatanan dunia, yang percaya bahwa Kael adalah ancaman terbesar bagi keseimbangan dunia. Dalam pelarian bersama Arlina, Kael mulai memahami bahwa kekuatannya adalah kunci untuk membebaskan dunia dari belenggu Takdir, tetapi juga bisa menghancurkan segalanya.
All Rights Reserved
#27
novelfantasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • BOOK I : Soul Fragment
  • [ID] Heir of The Prophecy
  • YOU AND ME (END)
  • Between Two Worlds
  • Fragmen Of The World
  • 𝐑𝐞𝐛𝐨𝐫𝐧 𝐈𝐧 𝐅𝐚𝐭𝐞𝐝 𝐏𝐚𝐭𝐡 [𝐗𝐢𝐞���𝐍𝐚𝐧]
  • THE LAST BLOOD OF THE MOON [ZHUYI]
  • Threads Of A Broken Fate

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines