50 MM
  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 14, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ada pepatah mengatakan, bahwa hidup itu sawang sinawang-melihat dan dilihat. Tapi ada seseorang yang hanya selalu melihat, tanpa mau dilihat. Bersembunyi dibalik keindahan yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi mampu mengacaukan hati seseorang. Sampai seseorang itu menemukannya secara kebetulan yang tidak disengaja. Seseorang itu adalah Atlas Sadewa, sejenis manusia liar yang tidak pernah diam di tempat bernama bumi. "Maaf kalau aku jelek." Ulang Regita. Kini Atlas mengusek telinganya. "Apaan, sih? Gue kok nggak bisa denger?" "Kamu apaan, sih?" Regita mengulum senyum malu. Atlas tertawa rendah. "Lo ngomong kayak gitu karena lo nggak ngeliat pake mata gue, Ta."
All Rights Reserved
#28
fotografi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Art of Remembering You
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Lukisan Amerta Anyura
  • Behind Our Eyes
  • Satu Senja Terlambat
  • THANK YOU MAHESA
  • Prince Untuk Alea
  • 244 Days to Hurt You
  • Kamu

Di balik lukisan-lukisan yang memenuhi galeri mewahnya, Putra menyimpan satu nama yang tak pernah bisa ia lukis dengan utuh: Alika. Dulu, mereka adalah dua remaja yang dipertemukan oleh semesta-Alika, si gadis pemilik notebook penuh puisi dan kehilangan yang terlalu dini. Putra,si murid baru yang pendiam namun memikat dengan headset kabel dan iPod jadulnya. Di bangku SMA yang sederhana, mereka berbagi tawa, sunyi, dan perasaan yang tak pernah sempat diucap. Namun hidup tak selalu memberi waktu untuk menyelesaikan bab. Alika harus pergi setelah tragedi menghantam keluarganya. Dan Putra, terlalu pandai menyembunyikan rasa, hanya bisa menyimpan bayangan gadis itu dalam ingatan. Bertahun-tahun berlalu. Putra tumbuh menjadi seniman ternama, hidup dalam kemewahan yang kosong dan keluarga yang retak. Alika, kini seorang pekerja kantoran biasa, tinggal bersama sang nenek-satu-satunya tempat pulang yang tersisa. Mereka menjalani hidup masing-masing, berpura-pura baik-baik saja. Sampai takdir, dengan caranya yang misterius, perlahan menggiring mereka kembali ke lingkaran yang sama. Asing, tapi terasa akrab. Jauh, tapi belum pernah benar-benar hilang. "The Art of Remembering You" adalah kisah tentang cinta yang tak pernah selesai, tentang luka yang diam-diam menjadi lukisan, dan tentang dua orang yang harus memilih: berdamai dengan masa lalu, atau menjadikannya awal dari sesuatu yang baru.

More details
WpActionLinkContent Guidelines